Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gadis Pemuas Tuan Mahen

Gadis Pemuas Tuan Mahen

Malam itu, Mahesa kembali menggambar di ruang belajarnya. Mahen dan Arleta mengawasinya dari kejauhan. Mereka merasa ada sesuatu yang berbeda dalam cara Mahesa menggambar kali ini, penuh konsentrasi dan seolah-olah dia sedang menceritakan sesuatu. Ketika Mahesa selesai, bocah itu menyerahkan gambar itu kepada mereka. Gambar itu menunjukkan pohon besar di taman belakang, dengan seorang anak laki-laki berdiri di bawahnya.
6.8K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
Tafsir Waktu

Tafsir Waktu

bersamaan dengan hembusan angin, Parela menghilang tanpa jejak sama sekali. Senja menjelang malam. Di punggung bukit ini mentari bersandar. Bias cahayanya lembut mewarnai langit barat. Sadar atau tidak sadar bias cahaya itu telah mengubah wajah bukit sandaran matahari ini jadi sebuah fenomena: tentang perubahan sebuah lukisan realis yang tanpa ada satu garis pun melenceng, menjadi sebuah siluet bukit dengan jejeran nyiur berlatar langit senja kemerah-merahan. Indah.
1011.4K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
Jangan Mencintaiku Mr. Don Juan

Jangan Mencintaiku Mr. Don Juan

Tentu saja, boleh. Finnley termenung menatap lukisan itu sejenak, lalu berkata, "Lukisan ini menggambarkan suasana senja kemerahan dengan latar belakang hitam, kemudian ada hutan kecil di satu sisi, dan seorang wanita berjalan di tepi pantai di kejauhan. Gelombang laut abstrak tampak bergelora seakan hendak menelannya. Hmm ... bagaimana kalau 'The Turbulent Waves'?" "Ombak Bergelora ... it sounds good! Aku suka itu."
103.0K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
Ditalak Usai Resepsi

Ditalak Usai Resepsi

Riris menerimanya dan mengamati lukisan itu dengan lekat. Lukisan bergambar hamparan sawah yang menguning, sepasang anak kecil yang sedang berlari di pematang sawah, di tepi sawah dilukis juga sebuah dangau dan beberapa pohon kelapa. Bahkan sekelompok burung kuntul yang sedang terbang di atasnya pun ikut di lukisnya. Di paling atas tertulis nama Seno dan Riris, di tengahnya lambang hati berwarna merah tua. Riris tersenyum melihat lukisan itu. Aku belum pernah melihat dia tersenyum semanis itu dengan mata berbinar bahagia. Dia seolah mengenang kembali masa kecilnya yang indah itu.
1030.0K viewsCompletedAdded to Library 660 Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Layar di depan ruangan menyala, menampilkan sebuah lukisan tinta hitam-putih bergaya klasik. "Lukisan ini berjudul 'Renungan di Musim Gugur'. Sang pelukis terinspirasi dari bait puisi karya Edward yang berbunyi: 'Pohon tua, ranting kering, gagak senja, rumah kecil di tepi jembatan, aliran air mengalun. Kuda berderap di jalan tua diterpa angin barat, matahari terbenam, dan hati yang merana di tanah perantauan.'" "Yang menarik, pelukisnya tidak menuliskan nama di lukisan ini. Bagaimana kalau kita coba tebak, siapa kira-kira penciptanya?"
9.61.2M viewsOngoingAdded to Library 39.2K Times as lukisan senja pohon
Show Reviews (92)
Read
+Library
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

ajak Diko. "Ke..kemana?" tanya Nana. "Ada deh. Lo pasti bakalan suka," ucap Diko. Dan mereka pun melanjutkan menghabiskan makanan mereka. *** Angin berhembus perlahan menyapu pepohonan yang rindang. Mentari kian menepi ke ufuk barat namun belum sepenuhnya menghilang. Burung burung berkicauan menandakan mereka akan pulang ke sarangnya dan ada pula yang membawa sesuatu untuk di berikan kepada anak anaknya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Andaru mengacungkan jempolnya, senyum itu mengembang begitu indah di wajah residen bedah itu. Mereka kemudian tertawa, tanpa mereka sadari sosok itu menatap mereka lekat-lekat sambil bersandar di Land Cruisser putihnya yang terparkir di bawah pohon mahoni. Sorot mata laki-laki itu tampak sangat tidak suka melihat kedekatan mereka berdua, wajahnya jadi begitu kaku dan keras. "Macam-macam dia," guman Adnan sambil tersenyum kecut.
9.9266.1K viewsCompletedAdded to Library 10.4K Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Batinya. Matahari telah menampakkan pesonanya. Embun membasahi bumi. Ayam jantan saling bersahutan berkokok. Menyambut pagi ini dengan penuh keceriaan. Perjalanan kali ini terlihat senggang. Mungkin, karena masih pagi. Fikir Raka. Mengemudikan mobilnya menuju bandara Soekarno-Hatta.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Entah kapan Ruai di alih susun alih oleh Pak Arief, setidaknya desain inilah yang mungkin membuat daya pikat para peminat ekstrakulikuler teater yang dibinanya menjadi semakin banyak dari sebelumnya. Pohon mangga yang besar seakan membuat teduhan tersendiri dan daun-daun di sekitar sini bergoyang mengikuti angin yang menyentuhnya. Benar, para tumbuhan di sini seakan suaranya bagai membisikan irama asing yang membuat siapapun seperti tenak meski tanpa beradaptasi. "Pak Iqbal!" Jauh dari depan pintu Ruai, ada Pak Arief yang berdiri di ambang pintu yang terbuka hanya seperempat.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Lukisan bertajuk 'Sketsa Hujan dan Jejak Kehilangan' menjadi primadona. Di sana, Aksara menggambarkan kursi bandara dengan teknik chiaroscuro yang tajam—kontras antara cahaya lampu bandara yang dingin dan kegelapan di luar jendela yang dihantam hujan. Banyak pengunjung berdiri lama di depannya, beberapa tampak menyeka sudut mata, merasakan kesepian yang berteriak dari balik kanvas itu. "Kamu berhasil, Aksa. Kamu tidak hanya menggambar benda, kamu menggambar perasaan yang ditinggalkan," puji Pak Danu sambil menepuk bahu Aksara.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as lukisan senja pohon
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status