Here are 100 novels related to luna torashyngu for you to read online. Generally, luna torashyngu or similar novel stories can be found in various book genres such as Fantasi, Urban and Pendekar. Start your reading from Reincarnator From The Past Alternative at GoodNovel!
“Tapi ini baru permulaan.”
Luna melompat ke belakang, membuka jarak dan mulai merapal mantra. Tangannya bergerak cepat, menciptakan lingkaran sihir yang berkilauan di udara. "Celestial Barrage!" teriak Luna, meluncurkan puluhan bola energi bercahaya ke arah Asahi.
kata Holmes sambil mengerutkan kening.
Pada saat ini, Luna dengan cepat melangkah maju, tersenyum manis pada Holmes, lalu berujar, "Pak Holmes, kamu selalu menjadi idolaku. Aku nggak pernah menyangka akan bertemu denganmu di sini. Ini merupakan suatu kehormatan bagiku."
"Siapa kamu?" tanya Holmes dengan ragu.
Luna buru-buru menjelaskan, "Aku Luna Edwin, seorang aktris dari Aerovia yang pernah membintangi film Bara Asmara."
Kemudian saat dia ingin diam-diam menandai Alyuura, tubuhnya terasa seperti dihantam tembakan besar di dadanya.
Ini menjadi sebuah hal yang sangat menginginkan bagi Lucas. Ia yakin sekali kalau Alyuura bukan sosok gadis yang terlahir di klan makhluk mana pun selain manusia. Dia adalah Luna. Dan tidak tercampur dengan darah dari Vampir, Druid, Werewolf, ataupun Elf.
Jadi apa faktor yang menyebabkan Lucas tidak bisa menandai calon mate nya itu?
Lan Shi memunculkan kitab kaisar langit "Ini adalah kitab kaisar langit, tehnik bertarung matahari terbit!"
Semua orang ternganga "Apa … kitab tingkat kaisar tahap mengerikan!"
"Aduh … kitab itu sangat berharga, terima atau tidak?" gumam Morin menahan diri.
"Morin, perkenalkan! Aku Luna keturunan keluarga Xio dari Nirvana!"
"Keluarga Xio, apakah aku tidak salah dengar!"
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab.
Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
tanya ibunya setengah mengejek Hayu.
“Bu, Hayu itu Jojoba, Jomblo-jomblo bahagia, Bu, maafkan Hayu, jojoba ini, sudah mendapatkan panggilan dari big bos, mamanya Candra. Jadi Hayu tidak bisa menolak,” tutur Hayu pada ibunya.
balas Madam Altha.
Luna, ialah nama dari ibu Lynelle. Sama seperti namanya, wanita itu memang secantik rembulan dan terlihat bagaikan anak muda yang baru berusia 25 lebih. namun faktanya ia adalah seorang janda dengan satu anak.
Selena dengan Antanas pun sempat beradu tatap, sebelum akhirnya bocah itu pergi setelah memecahkan kendi berisi air.
“Oh, Nona, siapa kau? Aku sepertinya tidak pernah melihatmu di sekitar sini?” Wanita gempal itu seakan memindai penampilan Selena. Ha! Meski jarang dandan, Selena bukan wanita kuno yang tidak paham mode.
“Aku Laluna dari ibu kota. Kebetulan sedang berkeliling di Zenas. Ngomong-ngomong, pelayanmu tadi tampan. Apa kau berniat menjualnya?” tawar Selena.
Regina terlihat sedang sibuk di dapur saat Luna masuk ke dalam rumah.
"Iya, Bu." Luna menyahut seraya berjalan mendekati lemari pendingin. Ia meraih botol air mineral dari dalam sana dan segera menenggaknya.
Luna kini sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Tubuhnya pun terbilang tinggi sempurna lantaran dua tahun terakhir ini ia sudah tergabung dalam ToughgVrl Club yang membuatnya harus terus berlatih bertarung setiap hari.
"Saya juga akan menjadi utusan setia anda."
"Namaku Sharon, anda pasti sudah mengenalku karena kita sering bertemu setiap anda sakit dan terluka. Saya akan merawat anda sekaligus menjadi pelayan wanita anda." Gadis bercadar yang kutahu itu adalah Lavina, terlihat seperti sedang tersenyum di balik cadarnya.
"Kalau begitu saya pamit, untuk menyiapkan makan malam," ujar Zein.
Bel apartemen Aksa kutekan dua kali sampai akhirnya aku medengar suara pintu yang dibuka.
“Siapa, ya?” Seorang gadis cantik dengan kulit putih dan hidung mancung menyambutku. Siapa dia?
“Aku Lana. Aksa ada?” dan belum sempat gadis itu menjawab, sosok Aksa telah berada tepat di belakangnya.
“Lana? Ya ampun! Maaf ya aku hampir lupa minum obat sampai-sampai kamu harus kemari. Kamu pasti sudah mau tidur ya?”