Air Mata di Hari Persandingan
"Maafkan aku, Ai, karena pergi tanpa memberitahu dirimu, maafkan aku untuk kesalahan yang mungkin sudah kamu ketahui. Di saat nanti kamu melihatku sebagai pria bejat yang ternyata masih berstatus sebagai suamimu, maka penghinaan sebanyak apapun tak akan mampu menghapus satu tetes air mata yang pasti telah engkau linangkan dalam hari-harimu bersamaku.
Percayalah, aku mencintaimu, Ai, aku pun tak ingin meninggalkanmu, namun jika ternyata takdir Tuhan memang kini bekerja lebih cepat seperti apa yang pernah kamu katakan, bahwa karma akan menemukan jalannya menemuiku, maka inilah yang kini sedang suamimu jalani, dan semoga ini bisa menggugurkan sedikit demi sedikit dosa-dosaku!
Bab Populer