Kala Cinta Menyapa
Di atas sana, di cabang utama pohon trembesi itu, berdiri sebuah rumah pohon, terlindung lebatnya daun.
Ini rumah pohon yang lain lagi. Entah ada berapa banyak rumah pohon di hutan. Ells tidak peduli.
“Aku akan mengantarmu naik. Lalu akan mencari makan malam kita.”
Terbelalak, Ells berkata, “Mencari makan?”
“Kenapa? Apa kau tidak lapar?”
Bukankah tadi dia memetik buah tak begitu lama sehabis menghabiskan makan siangnya dengan lahap? Wajahnya pun sangat kuyu, wajah orang kelaparan..