Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Jika kutukan itu hilang, Valerius tidak lagi memiliki alasan untuk mengurungnya sebagai “aset hidup” “Di mana kau tumbuh, wahai tanaman,” gumam Elara, dengan napasnya membentuk uap putih di udara. Dia lalu mendekati sebuah pohon Oak raksasa yang berdiri angkuh di pojok taman. Pohon itu tampak berbeda; batangnya hitam pekat dan dahan-dahannya meliuk seperti jemari yang menderita. Saat Elara mulai menggali di antara akar-akar besar yang mencuat, ujung sekopnya menghantam sesuatu yang keras. Suaranya bukan seperti batu, melainkan denting kaca yang tumpul.
1030.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 989 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
On CEO's Bed

On CEO's Bed

“Baiklah kalau begitu kita buat perayaan untuk pemberian nama mereka. Biarkan Bertha dan Diana yang menyiapkan pestanya. Aku akan menandai beberapa pohon dulu untuk dijadikan rumah pohon seperti yang kau minta.” Assa kemudian berdiri dia mengeluarkan spidol merah permanen untuk memberikan tanda pada sebuah pohon Oak yang besar dan mempunyai banyak dahan yang kokoh. Setelahnya Assa kembali memasukkan spidol ke kantongnya. “Apa tidak masalah jika membuat rumah pohon di sini?” “Tidak masalah, kau tahu pohon Oak juga disebut pohon malaikat. Dari seratus benih, biasanya hanya satu yang tumbuh. Dia juga tidak akan gugur meski di musim gugur sekalipun.”
1011.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 273 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
Kebangkitan Sang Pewaris Tunggal

Kebangkitan Sang Pewaris Tunggal

Ia bisa melihat detail terkecil dari daun-daun di pohon terjauh di taman dengan jelas. 'Menarik,' pikir Klein, wajahnya tetap tanpa ekspresi meski ada kilatan ketertarikan di matanya. Ia mencoba memfokuskan pandangannya pada sebuah pohon oak tua di ujung taman. Tiba-tiba, penglihatannya seolah menerobos kulit kayu pohon itu, memperlihatkan struktur internal kayu dengan detail yang menakjubkan.
1037.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 866 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
Cacian Keluarga SuamiKu

Cacian Keluarga SuamiKu

Kabut tipis mulai turun, menutupi tanah dan membuat langkah kaki terasa berat. Mereka melangkah masuk, masing-masing berusaha menahan degup jantung yang makin keras. Burung hantu melengking di kejauhan, suara serangga mendadak lenyap, digantikan oleh keheningan yang menekan. Pak Ranu berhenti di depan pohon besar dengan akar menjalar ke segala arah. “Di sini,” katanya pelan. “Di bawah akar inilah naskah itu dikubur.”
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 119 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
Holiday to Wedding Day

Holiday to Wedding Day

"You are here, aren't you?" Arlnold pasti heran tahu aku ada di sini. "Yes, I am. Hopefull can find a bench for reading book." (Ya. Berharap bisa menemukan bangku untuk membaca buku) ungkapku berterus terang. Terlihat serius, Arnold mengedarkan pandangan ke sekeliling. Senyum lebarnya yang khas tampak berseri-seri. "Oh Hill, look there! Under the biggest tree, there is bench. Should we go there now?" (Oh Hill, lihatlah ke sana! Di bawah pohon yang paling besar, ada bangku. Haruskah kita ke sana sekarang?)
107.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 239 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
Catatan Utang Seorang Istri

Catatan Utang Seorang Istri

Aku mengambil tikar dan menggelarnya di bawah pohon durian, yang letaknya agak ujung. "Hadi! Kamu mau kalau kita ketiban durian?" hardik Om Windu. Aku menggeleng. Katanya mau tiduran di bawah pohon dengan buah berduri tajam ini. Duh, pegel deh nih kaki. Aku mendekati mereka yang duduk di bawah pohon rambutan. Cukup adem, istirahat sambil menunggu bedug maghrib. ***
9.315.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 578 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Ia teringat sesuatu yang pernah ia baca—bahwa kadang, satu percakapan ringan bisa jadi jangkar kecil untuk seseorang yang nyaris tenggelam. Di taman kota, Bumi menemukan bangku kosong di bawah pohon flamboyan. Daun-daun pohon itu berguguran dengan gemulai, seperti isyarat lembut dari waktu bahwa semuanya akan berlalu—termasuk kekosongan. Di ujung bangku, seorang perempuan muda tampak sedang duduk dengan buku sketsa di pangkuannya. Ia menggambar seekor burung—mungkin elang atau rajawali.
1011.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 364 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Suara tawa anak-anak terdengar di kejauhan, riang dan bebas. Di taman kecil di belakang rumah, di bawah pohon flamboyan yang sedang mekar merah, Naira duduk di bangku kayu. Rambutnya diikat sederhana, dan di tangannya ada buku terbuka. Cahaya sore menimpa wajahnya lembut, memantulkan rona yang menenangkan. Raka berhenti beberapa meter di belakangnya, hanya berdiri — menatap dalam diam, seperti seseorang yang takut membangunkan mimpi.
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 33 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

Menarik perhatian Sun Hao, seolah merayunya dan meminta untuk membukanya. “Haa… Yah baiklah, ayo kita melafalkannya sekali, mungkin aku bisa mendapat poin berkah!” kata Sun Hao sambil menyentuh bukunya. Berpikir demikian, Sun Hao keluar dari rumahnya dan berjalan sampai di bawah pohon persik, dia duduk bersila di tanah, di bawah pohon persik itu.
8.910.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 399 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Pohon Ingatan (The Memory Tree) Di pusat hutan, berdiri sebuah pohon raksasa yang batangnya tampak bercahaya perak di bawah sinar rembulan. Penduduk desa menyebutnya "Pohon Gema". "Pohon ini tidak hanya menyimpan oksigen," jelas seorang tetua desa, keturunan Nara. "Ia menyimpan setiap tawa dan tangisan yang pernah dilepaskan di bawah naungannya. Jika kalian kehilangan imajinasi, kalian harus meminum getah dari pohon ini melalui telinga kalian—dengan cara mendengarkan bisikannya."
728 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang baca under the oak tree
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status