Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

“Gitu-gitu dia baik sama kamu, sama kita. Jadi, keluar dulu, bukakan pagarnya.” Nada mendesah. Matanya melirik ke dalam ember yang masih berisi setengah cucian. Namun, ia tidak punya pilihan selain menurut. Tanpa banyak kata, Nada melangkah ke depan. Membuka pagar dan menatap pria itu dengan perasaan kesal. Namun, tatapan Nada jatuh pada sebuah boneka panda yang sedang dibawa oleh Sastra. “Ngapain lagi ke sini?” tanya Nada masih dengan wajah tertekuknya. “Aku lagi jemuran. Sibuk.”
1027.3K viewsCompletedAdded to Library 682 Times as contoh nada dalam puisi
Show Reviews (25)
Read
+Library
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Read All Reviews
Sentuhan Panas Senior Galak

Sentuhan Panas Senior Galak

ujar Nada meminta perhatiannya. "Siap, mau bawain puisi apa?" Keduanya saling berbisik di depan. Seolah tengah berdiskusi kecil mengenai project irama yang akan ditampilkan. "Sajak kecil tentang Cinta. Sapardi Darmono," bisik Nada menunjukan layar ponselnya. Nyontek-nyontek dikit tidak apa-apa, karena memang tidak hafal semuanya. "Oke ship," ujar pria itu mengacungkan jempolnya.
9.8100.2K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as contoh nada dalam puisi
Read
+Library
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

"Aku menemukan puisi ini di kamarmu ketika pagi itu kudapati kamarmu telah kosong, dan remasan kertas yang mungkin kau kira telah terbuang ke tempat sampah ternyata meleset ini kutemukan." "Nyanyian Rindu." ucapnya menirukan judul puisi yang beberapa hari lalu kutulis. "Puisi ini dengan jelas menunjukkan perasaanmu. Kamu mengira aku telah menikah dengan Ning Adiba." Ia sedikit terkekeh. Lalu ia membaca salah satu baitnya. Berpuluh-puluh musim telah berganti Nyanyian katak telah berganti ocehan prenjak di pagi hari
109.3K viewsCompletedAdded to Library 317 Times as contoh nada dalam puisi
Show Reviews (10)
Read
+Library
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Read All Reviews
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.6K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as contoh nada dalam puisi
Read
+Library
Pesona Ethan

Pesona Ethan

Ethan tercengang dengan peringatan Nada. "Ya," jawab Nada. "Kamu tau arti bulan madu?" cecar Ethan. "Ya." Nada mengangguk. "Apa?" "Bulan madu itu ...." Tiba-tiba Nada tersipu malu dengan wajah memerah. "Aaa, Ethan! Jangan mulai lagi!" seru Nada, lalu menyembunyikan wajah dalam dada bidang Ethan karena malu.
7.828.1K viewsCompletedAdded to Library 787 Times as contoh nada dalam puisi
Read
+Library
Manipulasi Hati CEO

Manipulasi Hati CEO

Di mana sosok Nadia yang bodoh karena terlalu dibutakan oleh cinta. ​Dulu aku bucin banget dan aku tidak menyukai itu. ​"Yang paling lucu pas kamu ikut lomba puisi. Nama kamu dipanggil sebagai juara pertama, dengan pedenya kamu naik ke atas panggung. Eh, ternyata cuma salah sebut. Untungnya kamu menang juara tiga, jadi enggak terlalu malu." Ayolah, berhenti membicarakan aibku.
616 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as contoh nada dalam puisi
Read
+Library
Ditiduri Majikan

Ditiduri Majikan

tanya Nada. Dilla menggeleng samar dan mengusap hidungnya yang buntu itu pakai tissu. Nada melangkah masuk, menatap tempat sampah yang ada di sebelah ranjang. Di sana penuh dengan tissu. Pelan-pelan ia mendudukkan pantat di tepi ranjang, memerhatikan adiknya yang mulai puber. Nada meraih tangan Dilla, menggenggamnya sampai kedua mata Dilla menatapnya.
1032.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as contoh nada dalam puisi
Read
+Library
Reset

Reset

Dia akan tetap buat perhitungan. Saka berhenti tepat di bawah rumah pohon dekat perkampungan belakang kompleks rumahnya. Dia ambil ponselnya mencoba menghubungi Iqbal. Sialnya, Iqbal tidak angkat. Saka berteduh di bawah pohon, menyenderkan tubuhnya berusaha sebanyak mungkin menghirup oksigen. Dia tidak sadar kalau sedang berada di area perkampungan kumuh. Dan dia baru sadar juga kalau di atasnya ada rumah pohon yang tidak terawat. Iseng Saka ingin naik ke atas, tapi baru naik satu tangga, dia berhenti. Saka mendengar musik dari atas, lagu pop rock menghentak.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as contoh nada dalam puisi
Read
+Library
Noda Dalam Luka

Noda Dalam Luka

Rasa capek dan pegal tidak dapat di ungkapkan dengan kata - kata. "Bodoh sampai di atas gunung sana kamu jalan ke arah selatan bisa sampai kampung D***r! Perjalanannya sama jauhnya sampai ke gubuk ini jika muter. Kamu bisa jual buah mangga di warung Buk Ijah untuk beli gula pasir!" oceh Mas Rudi dengan muka datar. Baru saja aku menginjakkan kaki di dalam gubuk Mas Rudi sudah menceramahi, yang membuat aku semakin merasa kehausan.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as contoh nada dalam puisi
Read
+Library
Alstroemeria

Alstroemeria

"Saat jumpa pertama engkau beri hatimu relungnya rona pagi cerah musim semi Saat jumpa kembali engkau sampaikan seuntai kata baranya laksana musim panas tak terlukiskan Ketiga kalinya engkau beri tanganmu dalamnya tersembunyi musim rontok daun berguguran Terakhir kalinya berjumpa lewat mimpi singkatku dalam mimpi terdapat gumpalan angin musim dingin." Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 614 Times as contoh nada dalam puisi
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status