Pendekar Romantis
Malaki lalu ingat pesan Perdana Menteri Burdah, agar jangan membiarkan jasad lama-lama, harus dikuburkan secepatnya.
Maka terlihatlah pemandangan pilu, seorang bekas maharaja yang dulunya sangat dihormati dan kini sudah tua renta dan kurus, menggali lubang kuburan sendirian.
Tak mungkin Malaki ke Kotaraja Bajama dalam situasi begini, andaikan Prabu Sembara tahu, pastilah akan diadakan upacara kebesaran yang megah.
Kadang matanya menetes, kadang duduk termenung, hingga menggali lubang yang harusnya bisa dilakukan cepat, karena sangat mudah dengan kesaktiannya, harus selesai dalam waktu lama sampai jelang senja.
Sikat na Kabanata