Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setelah Hujan Bulan Desember

Setelah Hujan Bulan Desember

“Mbak mau jenguk ayah?” Lira menggeleng dia malu menampakkan wajah ke depan Pak Muhar. Rea tiba di depan mereka. Lira segera bangkit merangkul anaknya. Namun, Rea justru melepas diri. “Ini siapa bunda?” tanya Rea. “Rea sayang ini Mama Rea. Selama ini Mama kerja di luar negeri!” jelas Mahra sengaja membohongi agar tidak terkesan buruk tentang Lira.
105.7K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as mama liar
Read
+Library
Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Ayah Beranak Tiga yang Hebat

"Mama!" "Mama!" "Mama!"
9.6401.5K viewsCompletedAdded to Library 15.3K Times as mama liar
Show Reviews (172)
Read
+Library
Hannah Michee
Kepada penulisnya, tolong jangan terlalu banyak konfilk dalam penceritaan. Rasanya, ramai yang dah mula 'kurang sabar dan kurang minat' untuk terus membaca. Walaupun penulisannya agak menarik. Tapi konfilik cerita nya sentiasa berulang-ulang. Jadi bosan. Macam tiada nokhtah pengakhiran. Overall nice
Dikai Etelvina
cerita yang sangat bags, menantang dan inspirasi bagaiman berjuang untuk.melepaskan diri dan berjuang serra bertahan hidup unruk anak anaknya.perempuan pemberani seorang laki laki yang jahat tapi berhati muliaberpura Pura bench tapi sebenarny sangat mencintai. Agora tapi mencintai.seorang Pria yan
Read All Reviews
Suami Anak Mami

Suami Anak Mami

teriak Raisa menyadarkanku untuk tetap tersenyum. "Mama nangis lagi?" tanyanya lugu dengan kening berkerut. "Nggak, sayang! Mama kelilipan tadi! Jadi mata mama perih sampai berair!" ucapku pilu dengan tetap tersenyum. Raisa tiba-tiba memelukku hingga air mataku tumpah bertambah deras. "Raisa peluk mama, biar mamah sembuh, gak perih lagi matanya!" celotehnya dengan riang dalam pelukanku.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as mama liar
Read
+Library
Merayakan Penderitaan

Merayakan Penderitaan

Apalagi saat melihat tali-tali panjang bergelantungan di ranting pohon. Netranya membelalak. Kedua tangannya menutupi mulut. Jantungnya mencelos seketika. "Mamaaa..." Lia berteriak histeris melihat sang mama tergantung di pohon beringin. Sang mama terlihat sangat mengenaskan. Kaki yang tidak lagi menapak ke tanah, juga tali yang membelit lehernya. "Arghhh..."
3.7K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as mama liar
Read
+Library
Terjebak Pernikahan Sementara

Terjebak Pernikahan Sementara

tanya Mama Li di seberang telepon sana. “Jangan salah panggil. Mama tahunya dia Nova.” Rivan mengingatkan. “Oke. Intinya seolah kamu menghilang dan tidak ada kabar, betul?” “Iya, Ma.” “Berani-beraninya kamu nyuruh mama melakukan hal semacam itu. Asal kamu tahu, bayarannya mahal,” ucap Mama Li. “Bayi mungil yang lucu ... itulah bayarannya.” “Ma....”
104.2K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as mama liar
Read
+Library
Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

“Mama nggak mungkin bohong!” *****
9.8111.5K viewsOngoingAdded to Library 3.8K Times as mama liar
Read
+Library
Godaan Liar Sang Pengasuh

Godaan Liar Sang Pengasuh

kata Bibi Olla dan fara mengangguk paham. Sepeninggalannya semua orang fara memutar bola mata malasnya, sebab dia sangat kesal sekali dengan orang-orang yang sok menceramahinya. "Tunggu saja aku menjadi Nyonya di rumah ini." Sedangkan Abel merasa kesal di kamarnya, lihat pahanya jadi memerah begini. "Duh untung aja gak lecet ni paha," ucap Abel dengan terus menggerutu.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as mama liar
Read
+Library
Obsesi Liar Suamiku

Obsesi Liar Suamiku

sentak Farhan mencoba untuk tidak gugup. "Dia Bu Vanya, kan? Ibu tiri kamu?” Meskipun suaranya terdengar tenang, tapi hatinya bergemuruh. Kaki dan seluruh tubuhnya gemetar karena marah. "Kamu jangan bicara sembarangan, An! Dia bukan Ibu! Mana mungkin aku cinta sama ibuku sendiri!” Farhan berdalih, setiap kata yang terucap dari bibirnya terasa mencekik lehernya sendiri.
899 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as mama liar
Read
+Library
Gairah Liar Paman Tiriku

Gairah Liar Paman Tiriku

“Kamu harus tetap bersama Papa. Kamu harus jadi mata-mata untukku.” Maira menarik kopernya masuk ke dalam kamar. Dia berjalan ke depan cermin lalu berdiri di sana. Tangannya perlahan menyentuh perutnya yang mulai sedikit membulat. Dokter sudah memastikan usia kandungannya hampir tiga bulan. Dia memejamkan mata. Air mata yang selama ini ditahan akhirnya jatuh. "Maafkan Mama." Suara itu begitu lirih. "Mama bukan membawa kamu pergi karena membenci Papamu."
103.7K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as mama liar
Read
+Library
Hasrat Liar Paman Suamiku

Hasrat Liar Paman Suamiku

Matanya melirik Citra yang duduk di sampingnya dengan wajah yang juga penuh tanda tanya. "Pernah," jawab Erik akhirnya dengan jujur. "Papa pernah mengingkari janji dengan Mama karena urusan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. Bahkan tidak hanya sekali atau dua kali." Rara menatap papanya dengan tatapan terluka. "Dan bagaimana perasaan Mama waktu itu?" Citra yang ditanya langsung tersenyum pahit. "Sakit. Kecewa. Marah. Merasa tidak dihargai. Merasa bahwa pekerjaan Papa lebih penting daripada aku."
1068.3K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as mama liar
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status