Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AJISEKA

AJISEKA

ujar Danuseka. “Baik, Romo...” jawab Ajiseka. Rupanya saat berbicara Danuseka melakukan telepati kepada Ajiseka, sehingga hanya suaranya saja yang terdengar oleh putranya. Beruntung Ajiseka paham maksud ucapan Ayahnya, sehingga ia tidak perlu repot menanyakan perihal ucapan sang ayah.
9.53.5K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as mami isa
Read
+Library
Kesayangan Mami

Kesayangan Mami

Citra terus mengomel, baru tahu jika ternyata dia bawel yang cukup berani dalam menghadapi wanita seperti Mami. Dalam diam aku mengulum senyum, harus banyak belajar sama Citra. Termasuk dalam melawan Mami, yang semena-mena. Susah payah, akhinya Mami mampu berdiri tegak. Geraknya agak sulit, karena memakai hak tinggi. Hal yang biasa ia lakukan, "Tutup mulutmu! Nggak ada yang ngajak kamu bicara heh, ingat Anna dengan pesan terakhir yang adikmu katakan."
1053.2K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as mami isa
Read
+Library
Mate

Mate

Mama Mas Wira menatap Icha dalam-dalam. “Icha kalau mau dihargai dan dicintai orang lain. Ya, Icha juga harus melakukan itu juga ke orang lain. Jangan pernah berkoar-koar menuntut tapi kita sendiri tidak melakukan hal yang kita tuntut ke orang lain.” Mama Mas Wira menepuk pundak Icha. “Mama memang terbaik deh!” Icha menghambur ke dalam pelukan Mamanya. “Terima kasih ya Ma sudah lahir ke dunia ini untuk jadi wanita paling hebat di hidup Icha.” ucap Icha tulus.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as mami isa
Read
+Library
Kamu Menidurinya?

Kamu Menidurinya?

“Pikir saja sendiri!” Ponsel Misella bergetar. Dia menyuruh Fahmi untuk mengambil ponselnya. Ada pesan masuk. “Dari siapa?” “Mama Tiffany,” jawab Misella dingin. Fahmi mengerutkan kening. “Mama Tiffany yang mana?” “Ya. Mama Tiffany, Mama akulah!” Fahmi mencubit pipi Misella. “Jangan ngegas dong. Mamaku kan juga namanya Mama Tiffany. Nama Mama kita sama.”
9.4181.0K viewsCompletedAdded to Library 6.3K Times as mami isa
Read
+Library
Terjerat Cinta Om Om

Terjerat Cinta Om Om

Alisa tersenyum memandang wajah mamanya yang terlihat sudah memerah, tidak seperti kemarin yang putih karena pucat. “Isa senang dua hari lagi Mama pulang,” ucapnya yang mengangkat dua jarinya. Nur sedikit tersenyum dan menganggukkan kepalanya, terlihat ia sedang memikirkan sesuatu. “Mama lagi mikirin apa,” tanya Alisa. "Bila mama nanti keluar dari sini, apa Mama apa boleh ikut sama Isa,” tanya mamanya. Alisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Bila Mama nggak ikut sama Isa, jadi Mama mau ikut sama siapa,” tanyanya.
1031.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as mami isa
Read
+Library
sew masitoh

sew masitoh

"Kabari aku, segera. Aku akan pergi ke rumah sakit, untuk menjenguk Mama." Luis berdiri lalu pergi. "Apa kamu!" Rosa pergi meninggalkan Leo yang sendirian di ruangan Luis. "Sensitif banget, jadi perempuan. Apa lagi PMS." Leo masih setia duduk di sofa.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as mami isa
Read
+Library
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Pukul 2 dini hari, Maya duduk di lantai kantor yayasan, dikelilingi oleh cetakan dokumen, dengan mata yang merah dari kelelahan dan tangisan. "Radit," panggilnya dengan suara serak. Radit yang sedang di komputer langsung menghampiri, duduk di sebelahnya. "Ada apa?" Maya menunjukkan ponselnya. Pesan dari Kara, dikirim jam 10 malam (seharusnya Kara sudah tidur). "Mama, kenapa Papa bilang Mama gak sayang aku lagi? Kenapa Mama gak telepon aku hari ini? Aku kangen Mama."
9.8112.0K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as mami isa
Read
+Library
MATI RASA

MATI RASA

"A-abi! Sarapannya sudah siap! Umi lagi nungguin Abi supaya bisa sarapan bersama." "Ya sudah ayo kita masuk!" Beranjak dari tempatnya. Diruang tengah yang tidak terlalu besar namun sangat nyaman untuk keluarga sederhana itu, mereka semua menikmati makanan dengan kidmad. Suasana begitu hening hanya terdengar suara piring yang beradu dengan sendok, sampai akhirnya abi Ilyas menghentikan makannya dan memberi tahu sesuatu.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as mami isa
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Ucap Mawar, lalu dia menunduk kembali. Aku mengernyitkan kening heran, lalu meminta penjelasan pada Papa dengan kode melalui tatapan yang kuberi. Papa tampak berdehem sebentar sebelum menjawab, "Papa lupa memberitahumu bahwa ibunya Mawar memang tidak bisa berbicara sejak beliau dilahirkan, jadi untuk berkomunikasi di kesehariannya beliau selalu menggunakan bahasa isyarat,"
105.9K viewsOngoingAdded to Library 200 Times as mami isa
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status