Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

kata Tamara benar-benar menjaga sopan santunnya pada Trevor agar pria itu tidak mengetahui apapun tentang dirinya enam tahun lalu. Pandangan matanya juga dijaganya agar tidak bersitubruk dengan pria itu. Dia sungguh tidak berharap membuat pria itu bisa mengingat tentangnya enam tahun lalu. Trevor pun memandangi isi piring. Dua menu utama yang disajikan Tamara, Meat Balls Sub serta Italian Beef Stew, dua-duanya termasuk menu pilihannya untuk makan malam. Apalagi ketika Trevor melihat lagi bahwa bola-bola daging itu hanya dilimpahi saos tomat yang merah, dengan beberapa potongan wortel dan tomat yang kecil-kecil, lalu ditambah irisan daun basil.
10284.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.5K kali sebagai manhwa tamat
Baca
+Pustaka
Dandelion (TAMAT)

Dandelion (TAMAT)

Sambil memotong steak di piringnya. "Kenapa kamu gak pernah memperlakukanku dengan baik, apa jangan- jangan rumor tentang kamu yang belum bisa move on dari mantan pacarmu memang benar? Kamu masih belum bisa melupakan mantan kamu saat jelas- jelas dia meninggalkanmu." wanita bermulut lemes itu pandai sekali membuat orang untuk jengkel padanya. "Jaga mulut kotormu sebelum semua orang membencimu karenanya." Clebbbb, kalimat itu bagai anak panah yang menusuk Tania tepat di poinnya.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai manhwa tamat
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Tanpa berpamitan gadis berkulit putih itu melangkah masuk ke rumah setelah mengambil CCTV yang dia pasang, dan menutup pintu dengan keras. Tak tahan menahan kemarahan, Mayang dan Ammar, membanting pot bunga yang ada di depan mereka hingga hancur berkeping. "Anak sialan!" teriak mereka berbarengan, meluapkan amarah yang mendalam.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai manhwa tamat
Baca
+Pustaka
My First Love is Paman (TAMAT)

My First Love is Paman (TAMAT)

DI TAMAN. Dengan langkah gontai, Ira mendekati kursi panjang dengan seseorang yang terdiam di sana, Ira mendekat dengan nafas yang terengah-engah. "Hosh...hosh..." Mendengar suara tersebut lantas seseorang yang tengah terduduk diam menoleh, di iringi senyuman manis yang menyejukkan. "Kau sudah datang," ucap Davian yang merupakan teman masa kecil Adri, akan tetapi lelaki ini tidak memiliki kedekatan yang lebih terhadap Ira, layak seperti Ira dan Adri.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai manhwa tamat
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Itu Memaksaku Menjadi Aktris

CEO Tampan Itu Memaksaku Menjadi Aktris

ujar Oryza dan Geum Soo bersamaan. “Kenapa kalian berdua benci sekali dengan tuan Altair?” tanya Katarina penasaran. “Itu ….” Oryza membuang muka. “Aku memang membencinya. Kalau dia bukan pendiri STAR-S maka dia hanya pria bodoh yang tidak menarik. Dia juga adalah orang yang sangat kejam.” Geum Soo mengepalkan tangan dengan keras.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai manhwa tamat
Baca
+Pustaka
BALASAN UNTUK IBU TIRI SERAKAH

BALASAN UNTUK IBU TIRI SERAKAH

Tamat Terimakasih teman-teman yang sudah baca dan mengikuti on going buku ini. Saya sangat bahagia dan terharu. Love you. Maaf jika tidak bisa memberikan cerita yang lebih bagus dari ini 🙏
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai manhwa tamat
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

datar, tapi damai. Kami mengobrol lama. Tentang masa lalu, tentang hidup, bahkan tentang patah hati. Dimas tidak bertanya soal Adrian, dan aku tidak merasa perlu menjelaskan. Sebelum pergi, Dimas berkata, "Kalau kamu butuh teman jalan di taman, aku nggak keberatan nemenin." Aku tertawa pelan. "Nanti aku hubungi kamu."
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai manhwa tamat
Baca
+Pustaka
Hatiku Tertawan Mafia Tampan

Hatiku Tertawan Mafia Tampan

Lorena menggigit bibirnya, berusaha mengabaikan debaran jantungnya yang kian memburu. “Haruskah aku merasa tidak takut?” Suaranya terdengar sarkastik, tapi tetap ada getaran samar di ujungnya—sesuatu yang Damian tangkap dengan mudah. Alih-alih marah, Damian tertawa kecil—suara rendah yang nyaris seperti dengungan predator yang baru saja menemukan mainan barunya. Tangannya terangkat, menelusuri garis rahangnya dengan gerakan yang mengancam sekaligus menggoda, ibu jarinya mengusap lembut kulitnya.
10927 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai manhwa tamat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status