Dimanjakan sang Majikan Tampan
“Sudah, kalau klik lanjut diikat erat. Keburu keduluan orang lain. Tahu enggak, jodoh itu seperti kita menunggu bis. Kalau ada yang lewat yang sama tujuannya, langsung naik saja. Kalau tidak, bisa jadi tidak ada bis yang sama seperti tadi.”
“Jadi?”
“Betul! Langsung jadikan istri. Daripada menyesal!”
Percakapan mereka terhenti karena suara pengumuman berkumandang. Ethan pun bersiap, tetapi ketika pengumunan itu pemberitahuan kalau jadwal keberangkatan diundur, semua penunggu pun menghela napas.
“Tenang saja. Ini pasti demi kebaikan kita semua. Lebih baik terlambat daripada terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucap Pak Tua itu duduk kembali.