Dear Mantan
Ia yang terus mencoba move on, justru terus-menerus dipertemukan dengan si tersangka utama.
"Aku nggak laper!" sahutnya, terpaksa duduk. Dengan mulut yang sesekali menguap.
"Yakin?" Rei bertanya, lantas membuka bungkusan plastik. Harum makanan menguar, nasi telur dengan toping berbagai macam seakan membuat Alya meneguk ludah. Menahan air liur, untuk tidak menetes.
Namun, demi harga diri dan tak ingin memberi harapan. Ia tekan mati-matian, untuk tidak menyentuh terlebih memasukannya ke dalam mulut. Gengsi, dan bisa gede kepala pria itu.