Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh
"Lagian, kamu lihat Maps yang benar dong. Ini kiri kanan gelap gulita, bau kembang melati lagi. Jangan-jangan kita masuk dunia lain?"
Mogi menyipitkan mata lagi ke layar ponselnya yang sinyalnya timbul tenggelam bak nyawa orang sekarat. Kadang 'H+', kadang 'E', kadang hilang ditelan bumi menyisakan ikon.
"Sabar, Ko. Kata Mbah Gugel, estimasinya dua puluh menit lagi. Kita disuruh lurus terus, nanti ada pertigaan pohon beringin besar, belok kanan," jelas Mogi sambil memutar-mutar ponselnya ke udara mencari sinyal, persis seperti orang sedang menjadi wangsit. "Katanya ini jalan pintas, shortcut!"