Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kiara

Kiara

"Bu?" Kiara mengangkat kepalanya untuk menemukan Lala, resepsionis, menatapnya dengan mata cokelat besar seperti piring. Rambutnya tergerai tepat di atas bahunya dan tangannya digenggam di depannya. “Hm?” "Maaf mengganggu tapi seorang wanita di sini untuk menemuimu." "Siapa?" “Katanya namanya Marwah. Dia bersikeras ingin bertemu dengan anda.”
5.0K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as mary bell
Read
+Library
Eleanor

Eleanor

Alva Gak usah marah-marah, cepet tidur atau kita tidur seranjang Kini di layar ponsel itu terlihat Elena yang sedang memukul bantal dan menyimpan ponselnya di nakas. Memeluk guling dan menaikkan selimut sebatas dadanya. Rupanya ancaman Alva kali ini berhasil. Senyuman kembali tersungging dengan ponsel yang masih menampilkan rekaman CCTV di sana. Alva cukup heran dengan sikapnya terhadap Elena, apa yang dirasanya enalbeberapa hari ini tidak diragukan lagi dan benar adanya. Alva menyukai desainer Meisie boutique. ***
108.3K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as mary bell
Read
+Library
Melinda

Melinda

Sementara kedua stafnya terus bersih-bersih dan hanya mendengarkan apa yang dibagikan kedua orang bosnya. "Almarhum nenekmu bernama ibu Larasati, saat beliau meninggal dunia masih berumur 25 tahun yaitu tepatnya pada usia 3 tahun putrinya yang bernama Melisa dan 4 tahun umur Ayahnya nona muda.. dan saya bekerja dengan ibu Larasati sejak beliau melahirkan yang pertama" Mbok Darmi mulai berkisah tentang nenek Melinda, sementara Melinda dan kedua pembantu di situ mendengarkan sambil terus bersih-bersih alat makan.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as mary bell
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Ara terjungkal ke belakang dan terlihat Ellen yang sudah memegang selang. "Selamat menanggung malu, Arabella," ucap Meyra yang lalu mengangkat handphonenya seperti orang sedang mengambil video.
106.9K viewsOngoingAdded to Library 185 Times as mary bell
Read
+Library
Gina

Gina

Itu hal yang aneh. ꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷꟷ Marva melambaikan tangannya dengan senyum lebar dan lesung pipi menyembul keluar. Dia memeluk Danan erat dan masuk ke dalam mobil.
102.5K viewsOn holdAdded to Library 93 Times as mary bell
Read
+Library
ANATASYA

ANATASYA

Sarah mengangguk, dia menghapus air matanya. "Yaudah, aku pergi dulu." pamit Damar. Sarah kembali mengangguk. ~~~~~~~ Seperti biasa, Ana berjalan kaki menuju sekolahnya. Gadis itu berjalan dengan termenung. Tatapannya kosong, Ana tidak seperti biasanya. Tidak seperti Ana yang ceria, dan suka memamerkan senyumnya. Ana yang sekarang sangat berbeda jauh dengan Ana seperti hari-hari biasanya.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as mary bell
Read
+Library
Vivian

Vivian

suruh Bobby pada Clara. "Aku tak sudi menyentuhnya," bantah Clara memandangi Vivian tampak jijik. "Kupastikan kau tak mendapat apapun jika tak mengurusi calon pengantin Pangeran." Bobby terdengar lantang di telinga Clara yang mengernyit melihat Bobby tiba-tiba berubah tegas seperti itu. Clara berdecak. Ia terpaksa membawa Vivian usai meminta bantuan beberapa wanita muda di pemukiman tersebut.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as mary bell
Read
+Library
SUSAN

SUSAN

Dia adalah wanita sekitar hampir lima puluhan tapi masih nampak gesit dan sehat meskipun dengan pinggang besarnya. Namanya bibi An. Karena memang hanya seperti itu Sidney memanggilnya jadi akun ikut-ikut saja. Sidney terlihat akrab dengannya bahkan bibi An yang semula terkejut ketika pertama melihatku akhirnya terlihat ikut senang begitu mengetahui aku yang mengurus Sidney.
1070.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as mary bell
Read
+Library
Bright Pearl

Bright Pearl

Setengahnya ada perasaan bersalah atas apa yang dilakukan Wang Mo Ryu terhadap hantu perempuan itu dan berharap Maria bisa melupakan tekanan yang baru saja terjadi. Yu Jian Hua berbalik, jubahnya terayun anggun. Ada setangkai bunga peony putih di tangan. Ia maknai itu dengan keharuman yang begitu melekat dan kerinduan tanpa akhir. Yu Jian Hua tidak mengerti apakah pertemuannya dengan Wang Mo Ryu ketika itu adalah sebuah kebetulan. Yu Jian Hua tahu Wang Mo Ryu ada di danau. Tapi, ada atau pun tidak ada Wang Mo Ryu, dan gejolak oleh Jufeng Mo, Yu Jian Hua tetap akan pergi ke sana. Maria tentu lebih paham tentang apa yang akan terjadi. Hantu perempuan itu biasanya hanya menjadi penonton dari ba
103.9K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as mary bell
Read
+Library
Raina

Raina

Raka yang sedang duduk di kursi makan ikut menyahut. “Ih, jijik.” Membayangkannya saja sudah membuatku mual. “Ya udah,” balasnya tak acuh. Dasar kanebo kering! Saat asik membantu pembuatan kue, terdengar suara bel dari depan. Tante Marina lekas mencuci tangannya, tapi aku mencegahnya. “Biar aku aja yang buka, Tante.” “Oh, iya, Rain.”
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 229 Times as mary bell
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status