Tak Semanis Madu
Abi benar-benar sudah menyiksaku hari ini.
"Tahan, Mbak. Udah kelihatan gerbangnya," kata Mang Dadang , pandangannya pun jauh ke depan.
"Buruan, Mang agak ngebut," perintahku.
"Ya, Mbak."
Sampai di depan pintu gerbang aku pun dengan cepat keluar dari mobil dan memuntahkan seluruh isi perut. "Aduh, Mbak, muntah lagi aya naon ini teh? Mohon maaf atu, Mbak." Mang Usman mengikuti aku turun dan membantuku dengan memijat tengkukku.
Hot Chapters