Cinta Diam-Diam Sang Bos
jawab Minda dengan semangat seperti anak kecil masuk taman hiburan.
Tak lama kemudian kami sudah dikelilingi dengan layanan manja dan perawatan spesial. Aku potong rambut dan cukur, dan Minda memaksaku untuk manikur dan perawatan muka. Kami makan siang di sana juga, dan aku belum pernah merasa sesantai itu di tempat seperti ini. Lalu kami lanjut pijat, mandi lumpur, berendam di pemandian air panas, coba terapi melayang di air garam pekat, dan sesi penyembuhan energi. Setelah semua itu selesai, rasanya tubuhku begitu enteng dan rileks, aku cuma ingin rebahan di kasur dan tidur.
"Minda, tempat ini luar biasa. Aku pengin sering-sering ke sini," kataku waktu kami hendak pulang.
Hot Chapters