PEMBALASAN DEWA MAUT
Prana Angin, di sisi lain, tidak dilepaskan ke udara, tetapi digunakan untuk memadatkan Prana Air, memberinya kecepatan dan tekanan yang ekstrem.
“Air dan Angin adalah kehalusan, Sesepuh,” jawab Dewa Maut, suaranya kini terdengar tenang dan dingin, kontras dengan raungan badai. “Aku tidak melemah. Aku belajar. Kamu memaksaku untuk menggunakan elemen yang tidak bisa kamu sentuh. Kekuatanmu hanya bisa menyerap, bukan menahan penetrasi.”
Jumantaka tertawa, tawa yang bergema seperti jatuhnya bongkahan es.
Hot Chapters