Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Saat pintu didorong terbuka, Rangga hampir mendongak dengan penuh harap. Namun begitu melihat sosok Sarah, cahaya di matanya seketika padam. “Bagaimana kamu bisa masuk?” tanyanya dingin. Sarah tersenyum menjilat, suaranya dibuat manja. “Semua password-mu ‘kan tanggal lahirku, tentu saja aku tahu.” Rangga tertegun. Bahkan dirinya lupa, semua sandi memang memakai tanggal lahir Sarah.
28.1K viewsCompletedAdded to Library 928 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

cetus Candra kaget dengan pandangan tetap ke layar kaca televisi. “Kok serem banget orang-orang pada saling bunuh gitu?” Mak Ijun bergidik ngeri. Hani mengerutkan kening dengan perasaan waswas. “Itu kayak zombi di film-film,” ujarnya kemudian. “Kalo zombi ngegigit orang, lalu orang itu mati, si orang mati itu hidup lagi jadi zombi. Persis kayak video tadi.”
2.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as mata edo tensei
Read
+Library
MATE

MATE

Sedikit menarik tubuhku hingga membuatku kembali menabrak dadanya. “Sshh .... Dengar, aku adalah matemu. Kau berhak atas diriku. Dan kau adalah mateku. Aku tidak akan membiarkan siapapun melukaimu, Sia” ucapnya dengan lembut, seperti sebuah janji yang tidak akan dia khianati. Perasaan hangat menyentuh hatiku. Aku tidak tau apakah aku bisa percaya perkataannya. Tapi kata-katanya begitu manis untuk kudengar. Membuat hatiku sejenak luluh karenanya. Aku masih tetap diam. Kubiarkan dia menenggelamkan wajahnya pada leherku dan menghirup aromaku. Namun aku segera memekik tertahan dengan apa yang dia lakukannya tiba-tiba.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 284 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Mata Batin

Mata Batin

Cairan itu yang masuk ke dalam tubuh sebagai sumber tenaga. kedua mata pemuda itu masih terpejam, entah sampai kapan mata elang akan terbuka kembali. Rasa rindu akan canda dan perhatiannya kian membuncah. Gadis berkuncir kuda tetap sabar menanti.
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 577 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

Mahal sekali! Aku coba dulu lah pakai kartu ini, batin Mawar. “Saya mau membayar menggunakan ini, Mbak,” jawab Mawar tersenyum ragu. “Baik mbak,” sahut kasir. Kasir menerima kartu dari Mawar, dia memasukkan kartu tersebut ke mesin EDC. Setelah selesai dia memprosesnya, lalu kasir menyuruh Mawar untuk memencet PIN kartu kredit tersebut.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as mata edo tensei
Read
+Library
RD. SEIYA SEKATA

RD. SEIYA SEKATA

“Ya kamu lah, kan yang namanya Seiya Sekata cuma kamu di kantor ini.” “Namaku RD. Seiya Sekata bukan RM Saiyo Sakato, ingat itu,” Rade mengacungkan telunjuk kepada Aden. “Iya, punya nama kok mirip rumah makan Padang,” Aden mengolok. “Kalau kamu gak tau apa-apa tentang orang lain, jangan sok tau.” “Eh, Nona rumah makan, aku tau tipe cewek seperti apa kamu.” “Maksudnya?”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Memikirkan Jeff harus menggunakan mulut…. Aku masih merasa sangat canggung. “Nggak apa-apa, kak. Aku akan pelan-pelan, kamu juga nggak perlu merasa malu. Pejamkan matamu, anggap saja seperti sedang menyusui anakmu.” Ujar Jeff dengan begitu mudah, tapi aku tak sanggup melewati batas mental di hatiku. Terutama saat melihat wajahnya yang tersenyum ramah, aku merasa semakin aneh.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as mata edo tensei
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia

kata Mamanya Edo. "Nggak kok Ma, Sabia nggak pengen makan apa-apa," jawab Sabia. "Yasudah, Mama keluar sebentar ya." "Ya Ma," jawab Sabia. Setelah kepergian Mamanya Edo duduk di tepi tempat tidur Sabia. "Kenapa cengar-cengir Do?" Tanya Sabia. Sebenarnya dia tidak heran melihat tingkah suaminya yang memang selalu bisa absur kapanpun.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 174 Times as mata edo tensei
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status