Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Air Mata Rani

Air Mata Rani

jelas Rani. Tapi tanggapan Mita masih sama, gadis itu bahkan menaik turunkan kedua alisnya berulang kali. Sedangkan Rani hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap sahabatnya itu. “Tapi menurut analisaku ya, Ran, Andra itu ada rasa lho sama kamu,” goda Mita yang segera disanggah olehnya. “Apaan sih kamu, Mit, analisamu ngawur tau!” sanggah Rani seraya bangkit dan berjalan meninggalkan Mita seorang diri.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

Belum rasa khawatirnya hilang, Alya tersenyum kecut saat seorang wanita gemuk keluar dari mobil dengan kacamata hitam. Naura tertawa riang, lantas berhamburan dalam pelukan Risma. Kakak dari Almarhumah Mamanya. "Aku senang deh, akhirnya Tante datang. Yuk masuk, aku mau main." Berucap riang, Naura menarik lengan Risma. Tak sadar, telah mengacuhkan Alya. Alya menghela napas, entah hingga kapan Jimmy pergi. Membiarkan Risma, terus menjajah hatinya.
1012.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Rasanya sungguh malu bertemu mata dengannya saat ini. "Ooo ... jadi ini wanita yang membuatmu hampir mati, Dev?" Aku tersentak mendengar suara seorang wanita di belakangku. Mataku membulat saat melihat seorang wanita paruh baya namun masih sangat cantik dengan pakaiannya yang sangat elegan dan sopan. Rambut pendeknya dengan model oval sebahu, membuatnya semakin berwibawa dan pantas disegani.
9.6289.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Lebih buruk dari yang pernah aku alami sebelumnya. Alena kehilangan Matenya. Itu merupakan fakta yang begitu mengejutkan. Hal itu terjadi tepat di saat gadis itu pertama kali menemukan pasangan abadinya. Itu adalah kisah yang sangat tragis. Alena menemukan Matenya dalam keadaan tidak bernyawa, ditengah-tengah hutan yang lebat. Alena mengatakan jika kemungkinan Matenya mati karena serangan para rogue. Hal itu bisa dipastikan dari bekas luka cabikan dan cakaran di sekujur tubuh Mate Alena. Disamping itu kepala Matenya mengalami benturan yang cukup keras hingga mengakibatkan pendarahan yang hebat.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Mata Hagia langsung membelalak. “Lo gila ya?” “Nggak.” Carmen terkekeh di seberang sana. “Gue udah izin sama Mas Megan buat nyulik lo bentar. Dan dia kasih izin.” Kening Hagia langsung mengernyit. “Sejak kapan lo tahu nomornya sih?” “Apa sih yang nggak gue bisa?” jawab Carmen santai. “Udah ah, buruan turun.”
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
My Mate is a Wolf

My Mate is a Wolf

Sorot mata dewa Charos yang tajam bak sebilah pisau menatap Selena yang sudah lemah tak berdaya di depannya dengan pandangan penuh kebencian. "Kenapa? Apa kau sudah terlalu lemah hingga tidak mampu lagi berucap kata? Kalau begitu kau cukup bicara saja di dalam hati, aku pasti mendengar tutur batinmu,” imbuh sang dewa dengan intonasi mengolok.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Gadis Tanpa Mata Batin

Gadis Tanpa Mata Batin

Bahunya berhenti bergetar, dan suara itu menghilang begitu saja. Mina memicingkan mata, sedikit bingung. “Mbak, kalau butuh bantuan...” Sebelum Mina menyelesaikan kalimatnya, perempuan itu mendongak dengan cepat. Wajahnya tampak aneh. Kulit pucat kering seperti tanah retak, bibirnya menyeringai lebar hingga membentuk senyum yang tidak wajar, dan mata hitamnya menatap tajam ke arah Mina.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Menurutnya, "Wanita yang nggak bisa punya anak, sama saja kayak kotoran nggak berguna!" Ketika aku mengalami pendarahan hebat saat melahirkan dan akhirnya kehilangan kemampuan untuk hamil lagi, Satria menghapus air mataku sambil berkata, "Kita sudah punya satu anak, itu sudah cukup. Nggak masalah." Sementara mertuaku mengejek, "Cuma bisa melahirkan satu anak, kenapa sampai dirawat di rumah sakit mahal begini. Buang-buang uang saja!"
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Mata Chaz yang bulat penuh amarah, seolah ingin membakar Tania hingga menjadi abu. Dia menggertakkan gigi, mengeluarkan beberapa kata. "Aku nggak nyangka kau begitu jalang!" Tania menyeka darah dari sudut bibirnya dengan punggung tangannya, menatapnya dengan tatapan dingin. Dia menghampiri dan mengangkat tangannya untuk menampar Chaz dengan keras. Wajah Chaz meringis karena tamparan itu. Nina menjerit dan memeluk lengannya. "Chaz, kau baik-baik saja?"
23.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 873 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status