Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mata Biru | Jejak Albino Yang Tertinggal

Mata Biru | Jejak Albino Yang Tertinggal

Matanya menyipit tajam. "Dasar Albino nyebelin! Lu kira gua cewe mi*hat, semalem cuma dibayar dua ratus ribu," rutuknya kesal. Tanpa berpikir panjang, ia segera menekan kontak Setya dan melakukan panggilan. "Albinooo!" seru Riri begitu panggilan terhubung. Beberapa detik kemudian, suara di seberang menyambut dengan nada santai
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Ekspresi Mark terus berubah-ubah. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk waktu yang lama. Aku memaksakan diri untuk berdiri, menatap sosoknya yang tadinya penuh kemenangan kini sepenuhnya runtuh. Tiba-tiba, aku merasa sangat lelah. Aku tidak ingin berurusan lagi dengan pria di hadapanku ini. Aku berucap dengan pelan, "Mark, masa tenang sebulan sudah selesai. Ayo kita ambil akta cerai."
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Ia memperhatikan apa yang sedang Lili lakukan. “Ponselku ini sudah sering terhubung ke ArchGIS mobile. Jadi gampang. Tuh G****e earthnya ada tambahan iconnya. Tinggal klik ini, terus ini.. Nah, kalau tertutup awan seperti ini, kita harus menghilangkan distorsi pakai rekayasa RGB. Nah seperti ini,” ucap Lili. Ridwan mengangguk-ngangguk mendengarkan Lili. Namun, sebenarnya ia tidak paham dengan apa yang Lili jelaskan.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

tanya Latifah memandang sedih pada menantu pertamanya. “Nggak ada Maa..., Runa juga minta maaf atas kesalahan Runa yang suka melawan Mama. Runa cuman mau urus Ridwan junior. Semoga aja anak ini jadi berkah di keluarga kita,” ucap Aruna yang dalam lubuk hatinya menyayangi Latifah, karena sudah menganggap Latifah seperti mamanya yang sudah tidak ada. “Terima kasih, Runa. Kamu memang mantu mama yang paling baik hatinya. Wajahmu secantik hatimu, Runa,” puji Latifah usai kesalahpahaman selama berbulan.
910.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Perfect Mate

Perfect Mate

Mata hazelnya memendar Camelia yang risih. "Kau juga pasti tidak suka kan diperlakukan seperti itu terus dengan suamimu. Maka, aku bersedia membebaskanmu darinya. Asal, kau mau mengikuti perintah!" Camelia terperangah. Mengapa tawaran Tetsu sama persis seperti keinginannya. Ia bahkan merasa Tetsu bisa membaca hatinya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

Mata yang merah nyalang, gigi yang bergemelutuk, air liur yang menetes dari sela bibir, serta tangan-tangan mereka yang berupaya menggapai orang-orang di dalam ruangan. “Pak! Itu apaan?! Setan?!” Wati yang ketakutan langsung mendekati Pak Sapto. Gugun segera keluar jendela. Dengan jantung berdebar makin kuat, kakinya menggapai kotak Outdoor AC. Dia berdiri di kotak itu, lalu berupaya membuka jendela ruang sebelah. “Buruan! Bentar lagi pintu jebol!” teriak Pak Sapto pada Gugun.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Mata Nico membulat sempurna, aura kemarahan terpancar jelas disana. Bugh Bugh Bugh Bugh Nico menghajar pria itu dengan membabi buta, sampai pria itu tidak sadarkan diri. Empat mobil berhenti di samping Nico, beberapa orang keluar menghampiri Nico. Joan meringis melihat banyak orang yang tergeletak. Matanya menatap Nico, pria itu terlihat berantakan, dengan percikan darah yang mengotori bajunya hingga penampilan pria itu lebih pantas disebut psikopat. "Tuan--"
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai mata minus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status