Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Patah

Patah

ujar Mak Tita. “MGP. Mama Golf Papa. Manggala Sastradinata. Lengkapnya Manggala Abipraya Sastradinata.” “O em ji… Em ji pi… Singkatan tho…” Mak Tita sampai memukul dahinya sendiri. “Nah, lu nama keren gitu lu panggil Mamang.” Ganti Gia yang bersuara. “Gimana orangnya nggak marah.” “Memang lu nggak pernah baca proposal gue apa?”
1028.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as mata minus
Read
+Library
Air Mata Diandra

Air Mata Diandra

Percuma membantah pun yang ada Mama akan semakin kasar dan menyiksanya. "Iya Ma, Diandra segera turun kebawa." Diandra beranjak dari tempat tidur, padahal kepalanya masih terasa begitu berat. *** "Mamaaaa... sakit kepala dede," teriak Riana kecil menangis, dia terjatuh ke belakang dan kepalanya terbentur lantai, rupanya dia terpeleset menginjak lantai yang sedang di pel Diandra. Gegas Diandra menggendok Riana membelainya dan menciuminya, tangganya gemetar ketakutan. Takut akan kemarahan Mama mertuanya dan Kak Sita.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as mata minus
Read
+Library
Mata Batin

Mata Batin

ancam Mirna tak pernah main-main. Mirna mengeluarkan segala kekuatan yang ada dalam diri, matanya berubah merah bagaikan darah, telapak tangannya mengeluarkan asap berwarna hitam menatap tajam Bara hingga tak ada lagi yang tersisa kebaikan di dalam dirinya. Dalam sekali tarikan Mirna menyerang Bara secara bertubi-tubi tanpa mengenal ampun atau lelah. Bara menghindar serangan itu gesit.
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 402 Times as mata minus
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as mata minus
Read
+Library
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Namun saat aku menatap mata Bu Susi, hal itu terjadi lagi. Pikiran Bu Susi tiba-tiba mengalir masuk ke dalam kepalaku. Aku tidak hanya mendengar suara penjelasannya, tapi aku melihat jawabannya di dalam benakku, lengkap dengan langkah-langkah perhitungannya. a = F / m a = 10 N / 2 kg a = 5 m/s²
1.3K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as mata minus
Read
+Library
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Di dalam sebuah ruang tamu kecil, duduk seorang perempuan cantik. Raut wajahnya terlihat sangat murung. Sesekali ia mengusap tissue ke wajahnya. Menghapus tetes air mata yang terus meleleh membasahi pipi. Tap! Tap! Tap! Terdengar suara langkah ringan mendekati ruang tamu kecil itu. Tak berapa lama Romo Thomas yang rambutnya sudah penuh uban muncul.
890 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as mata minus
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Semua mata tertuju padanya, suara tepukan nyaring mengoyak telinganya. Andre tak sengaja berpapasan dengan Alina, yang sangat cantik dan mempesona menggunakan gaun putih selutut dengan rambut disanggul menyisakan anak rambutnya yang tergerai. Alina kembali mual dan segera berlari meninggalkan acara, yang disusul oleh Cindy. Sementara Justin tampak asik bercengkrama dengan beberapa kolega. Melihat hal ini, Andre ingin segera menyusulnya namun Ruby menahannya. "Kau harus ingat satu hal Andre, Group Hamilton sedang di ambang kehancuran," Ruby berbisik penuh penekanan. Sementara Alina muntah, dengan tubuh yang mulai terasa lemas penglihatan mulai kosong, apalagi saat lampu kamar mandi mati. Pint
786 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as mata minus
Read
+Library
My Mate by Trouble

My Mate by Trouble

"Ananda Fino! Berulang kali sudah saya peringati, jika tidak ingin mengikuti mata kuliah saya, Anda bisa keluar dari kelas!" seru Raline. Wanita dengan blouse merah maroon tersebut memandang penuh jengkel satu-satunya mahasiswa yang sedang bermain game di tengah kelas yang hening. Sementara pemuda bernama lengkap Arbelio Fino Desaga itu justru semakin asik bermain game online di ponselnya. Ia bahkan mengangkat satu kakinya diatas meja, seolah menantang sang Dosen.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as mata minus
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

“Sayang, Mama peringatin ya?! Jangan keluar rumah tanpa izin dulu karena nggak aman, Sayang,” kataku dengan nada rendah tapi agak tegas. “Iya, Ma. Tapi Andin masih boleh main sama Tante Maya kan, Ma?” tanya Andin serius menatap padaku dengan tatapannya yang begitu polos. “Mama tadi nggak liat siapa-siapa, Sayang.” Aku mencoba bersikap seolah tidak mengetahui apa-apa di hadapan mereka.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as mata minus
Read
+Library
Cinta Wanita Matre

Cinta Wanita Matre

"Bukan Elle, tapi Mama. Aku benci Mama melebihi Elle." "Berani kamu bicara seperti itu ke Mama?!" bentak Mama Grace. "Kenapa, Mama kaget?" Ia bisa melihat ekspresi sinis Grace dari tempatnya berdiri. Ia baru tahu jika Grace seberani itu ke Mamanya. Orang yang seharusnya menjadi seseorang nomor satu yang harus dia hormati, kini ditatap penuh kesinisan. "Bukannya Mama sudah tahu itu? Seharusnya Mama berhenti sejak dulu membela Elle, jika tidak ingin aku membenci Mama."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as mata minus
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status