Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

"Ngomong-ngomong, terima kasih untuk bocoran informasinya semalam, Go!" Aku mengernyitkan dahi melihat dua pria itu melakukan gerakan tos pada kedua tangannya. "Informasi apa?" tanyaku penasaran. Bukannya menjawab, mereka malah tertawa bersama. Tiba-tiba mataku tertuju pada tuxedo marun yang dipakai Devan.
9.6290.7K viewsCompletedAdded to Library 9.6K Times as mata teduh pria
Read
+Library
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

Mata Amira membelalak lebar saat ia melihat melihat salah satu dari pria sangar bertubuh besar itu sudah tumbang di hadapannya. Bersamaan dengan itu wajah seorang lelaki yang tampak familiar melongok ke dalam. "Kalian tidak apa-apa?" "Mas Rama!" . . . Bersambung.
1045.2K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as mata teduh pria
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
My Mafia

My Mafia

Ucapnya pede. "Iya, iya, cowoknya yang mana?" Tanya Camelia penasaran. Alisya langsung membuka handphone-nya lalu menunjukkan sebuah foto pria yang sedang berdiri. Pria itu menatap ke arah camera dengan wajah datar. Wajahnya benar-benar tampan dan seperti bule. Jelas sekali jika pria itu bukan orang Indonesia. Lalu, alis matanya tebal dan menukik tajam. Sorot matanya dingin ke arah camera. Bibirnya tebal dan menggoda. Rambutnya sangat hitam. Dan yang paling keren adalah postur tubuhnya benar-benar seperti seorang atletik.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as mata teduh pria
Read
+Library
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

sindir Yuvan. Afkar memperhatikan tumpukan batu mentah dengan ekspresi yang sedikit berubah. Tak jauh dari sana, seorang pria tua berusia sekitar 60 tahunan dengan lampu penerangan dan berbagai alat lain sedang memeriksa batu-batu mentah itu dengan cermat sambil berdecak kagum. Pria tua ini bernama Teddy. Di dunia giok, dia dijuluki sebagai Mata Dewa karena memiliki penglihatan tajam.
9.51.1M viewsCompletedAdded to Library 41.5K Times as mata teduh pria
Show Reviews (92)
Read
+Library
Raden Arya
saya do'akan penulis novel ini diberikan kesejahteraan dan kelancaran dalam hidupnya, juga kepada para pembaca setia. izin promosi ya kak... bagi yang suka novel dengan alur mafia dan balas dendam. yuk mampir ke novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. terimakasih...
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Read All Reviews
Setelah Aku Berhenti, Mengapa Baru Mengejarku

Setelah Aku Berhenti, Mengapa Baru Mengejarku

tanya Riana memberanikan dirinya, membuat kedua pria itu menatap ke arah mereka. Pria bertato itu tersenyum lebar, “Izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Teddy,” katanya memulai, “Soal alasan kau di sini, sebenarnya sederhana saja, aku ingin membalas dendam pada mantan suamimu!!” Jantung Riana berdebar kencang, tapi tidak mengatakan apa pun. Riana tetap diam saat pria itu terus berbicara.
9.422.2K viewsCompletedAdded to Library 753 Times as mata teduh pria
Read
+Library
Gadis Cupu Milik Sang Mafia

Gadis Cupu Milik Sang Mafia

Ia berjalan menuju bar, memesan segelas minuman ringan, dan menatap kerumunan orang-orang bertopeng yang sedang tertawa palsu. ​Tiba-tiba, seorang pria berdiri di sampingnya. Pria itu tidak mengenakan topeng yang menutupi seluruh wajah, hanya sebuah topeng mata sederhana yang memperlihatkan senyum ramahnya. Ia tampak lebih muda dari Matthew, dengan aura yang jauh lebih tenang dan beradab. ​"Pesta yang membosankan, bukan?" tanya pria itu. Suaranya halus, seperti beludru.
10930 viewsCompletedAdded to Library 35 Times as mata teduh pria
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Saat mereka hendak berbelok menuju restoran Jepang di ujung koridor, seseorang memanggil dari belakang—suara pria, hangat, terkejut tapi berusaha tetap tenang. “Mas Bumi? Mbak Sita?” Bumi dan Sita menoleh. Seorang pria bertubuh tegap dengan kemeja kasual rapi dan coat tipis menghampiri. Wajahnya familiar—ramah, kamera-genic, dan well-kept—pria yang biasa terlihat di poster film-film Indonesia belakangan. Senyumnya tulus. Tidak dibuat-buat. “Maaf, saya… Mahesa.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 332 Times as mata teduh pria
Read
+Library
Red Shoes Murderer

Red Shoes Murderer

Bisa terlihat berbeda saja bagi mereka sudah cukup bagus. Matthew Heitcher, pria paruh baya dengan tubuh ringkih. Badannya tinggal kulit pembalut tulang, tanpa ada satu pun otot yang terlihat. Sesekali terdengar batuk yang sangat menyiksa dadanya. Setiap kali ia terbatuk, air matanya pasti keluar, sementara jari-jarinya yang kurus akan memegang dadanya dengan kuat. Wajah kurus Matthew tidak banyak bereaksi ketika Kent memperkenalkan diri dan memperlihatkan foto putrinya.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 277 Times as mata teduh pria
Read
+Library
Pesona Istri Dadakan Dokter Tedja

Pesona Istri Dadakan Dokter Tedja

Tedja. Adira sedikit terkejut melihatnya di sini. Kenapa dia ada di reuni ini? Pria itu mengenakan kemeja semi-formal, dengan kancing atas yang terbuka, memberikan kesan kasual tapi tetap profesional. Di hadapannya, duduk seorang pria paruh baya dengan jas mahal dan sikap yang menunjukkan kalau dia bukan orang sembarangan. Seakan merasakan tatapan Adira, Dr. Tedja menoleh dan langsung tersenyum tipis.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as mata teduh pria
Read
+Library
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Bukan putih polos biasa. Namun bukan pakaian yang menarik perhatian Matteo. dalam pengamatan sekilas, dia melihat tatto menyembul dari balik leher pria itu. Meski hanya terlihat separuh, pria yang membentak tadi, memiliki tato dengan gambar naga. Pertanda buruk! "Nandeshou?!" (Apa maumu?) Ketiga kalinya Matteo bertanya hal yang sama. "Darekaga anata ni aita gatte iru." (Ada seseorang yang ingin bertemu anda.)
109.5K viewsCompletedAdded to Library 265 Times as mata teduh pria
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status