Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

Tentu saja ia akan kalah. Tatapan Matun kini beralih lada Reta. "Eh, Minjem. Perempuan nggak guna, sampah masyarakat. Haus kasih sayang kamu sampai menggoda suami orang. Nggak kapok kamu dulu seperti ini sampai diusir keluargamu. Kapan kamu mau sadar Minjem. Jangan sampai karma datang." Entah ke mana Matun yang lemah lembut biasanya. Yang kini dilihat adalah Matun yang beringas dan bar-bar. Memang. Sesuatu yang tenang jangan pernah dianggap sepele. Kadang, ia menyimpan sesuatu yang mengerikan di dalamnya. Apalagi kalau bentuk kekecewaan yang memicunya.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 316 Times as matanya sayu
Read
+Library
Hasrat yang Mematikan

Hasrat yang Mematikan

Aku sudah lama mengalami frustrasi seksual hingga hormonku tidak seimbang. Jadi aku pergi ke salon pijat yang direkomendasikan temanku, berharap bisa sepenuhnya menyembuhkan kekosongan fisikku. Ketika tangan besar dan panas tukang pijat pria muda dan berotot itu menyentuh tubuhku, aku merasakan hasrat yang lebih membara di dalam diriku, mengancam untuk menghancurkan akal sehatku.
20.3K viewsCompletedAdded to Library 669 Times as matanya sayu
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Aku menampar wajahku sendiri, penyesalan menyesak hati. Aku jatuh cinta pada iblis seperti apa sebenarnya?! Saat aku terperangkap dalam penyesalan, suara yang sudah lama tak kudengar menyentak telingaku. “Vanya, lama nggak bertemu.” Sarah berdiri santai di halaman rumah, duduk di ayunan sambil tersenyum manis. “Bagaimana kamu bisa masuk ke sini?” tanyaku tajam.
28.1K viewsCompletedAdded to Library 928 Times as matanya sayu
Read
+Library
Investor Asing

Investor Asing

Matanya masih menatap layar yang kini tak lagi menampilkan apa-apa. Hening. “…terlalu cepat,” gumamnya pelan.Bukan kecewa. Tapi jelas… belum rela.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as matanya sayu
Read
+Library
Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

Matanya merah, penuh sumpah yang tak terucap. “Dan kita tetap seperti ini,” katanya tegas, nyaris memohon. “Saya gak mau kehilangan kamu.” Raya tersenyum samar. Senyum yang lebih pahit daripada sedih. Ia mengangguk lagi. Karena ia tahu—anggukan itu bukan tanpa harga. Dan satu tahun ke depan, akan melukai lebih dari satu hati
102.4K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as matanya sayu
Read
+Library
SUAMIKU MATI DI TANGANKU

SUAMIKU MATI DI TANGANKU

TAMAT Terima kasih sudah membaca. Mari berteman di F******k: Shira Aldila Surya Mustika. Aku tunggu kamu di situ. Salam cinta 💚💚💚
2.5K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as matanya sayu
Read
+Library
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

Sinta dan Martin duduk di dekat Sabrina. "Maafkan Mama sudah membuat kamu sedih, Nak," ucap Sinta saat melihat Sabrina menyeka airmatanya. "Tolong katakan sama Sabrina, ada apa sebenarnya. Aku merasa kalau rumah tanggaku seperti sedang berada di ujung tanduk. Tolong, jangan ada yang disembunyikan," ujar Sabrina yang tak bisa lagi menahan tangisnya. "Aku akan merasa sedih kalau akhirnya orang yang membohongi aku adalah orang yang sangat aku cintai," ucap Sabrina.
1022.8K viewsCompletedAdded to Library 616 Times as matanya sayu
Read
+Library
Cintaku 100 Hari

Cintaku 100 Hari

Matanya langsung membelalak panik. “Astaga… kamu nggak apa-apa?!” Brayen meringis sebentar, lalu tersenyum tipis, berusaha tetap santai. “Aku baik-baik saja… cuma rasanya kayak habis diterjang hujan meteor tapi versinya buku.”
1.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as matanya sayu
Read
+Library
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Pria itu menyeretnya hingga tertabrak ke sudut meja, kursi, bahkan ke dinding. "Brak!" Suara keras terdengar ketika Rani terlempar ke lantai. Dia memegangi perutnya sambil menjerit kesakitan, "Perutku! Anakku ...." Darah segar terlihat sudah menggenang di lantai. Galang sama sekali tidak terlihat kasihan melihat semua ini. Dia malah tertawa kejam, "Haha, entah anak siapa itu. Kamu sendiri sudah membuat anakku dan Kiara mati! Ini adalah balasan untukmu!"
8.3K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as matanya sayu
Read
+Library
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Matanya, yang sudah terbelalak, menjadi selebar piring teh. Ia melihat wajahnya yang biasanya tenang dan santai sekarang meringis, seolah-olah cacing merayap di bawah kulitnya. Ia menggigit bibirnya yang tidak berdarah, dan jejak darah bocor dari sudut mulutnya. Ia berada dalam rasa sakit yang menyiksa, namun ia dengan keras kepala berjuang untuk menekan bahkan desahan rasa sakit sekecil apa pun.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as matanya sayu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status