Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

Kini keduanya, ralat, bersama Bianca juga, sedang berdiri di sisi lokasi permainan. “Jangan terlalu berlebihan, Manda. Ini tidak masuk ke dalam kategori permainan berat,” balas Marsha sebelum menggeleng-gelengkan kepalanya. Manda menoleh ke arah wanita itu sebentar, lalu mengembuskan napas panjang. Sepertinya memang begitu, ia yang terlalu berlebihan. Permainannya hanya memanah dengan buah sebagai bidikkan, tetapi bagi ia yang tidak pernah melakukannya, tetap terasa berat bukan?
1022.3K viewsCompletedAdded to Library 602 Times as mau mainan
Read
+Library
Mainan Baru Tuan Montevista

Mainan Baru Tuan Montevista

di radar kami. “Mainan apa yang belum kau miliki, Hem?” tanyaku padanya lembut sambil mengacak rambutnya pelan. “Seingat Mommy, gudang mainanmu sudah penuh dengan lego dan robot-robotan.” Alexander menatapku, ada binar jenaka di matanya. “Mainan yang harganya mahal dan harus dipesan dari luar negeri, Mommy. Yang bisa dirakit menjadi kota besar.”
103.2K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as mau mainan
Read
+Library
Bermain Api Dengan Tetangga

Bermain Api Dengan Tetangga

"Loh, tadi ada di sini!" Arumi terkekeh, "Mana? Lihat kan, kamu bahkan sama sekali tidak memperhatikan anakmu. Malah asik bermain handphone sendiri." "Kamu menyalahkan aku?" "Karena kamu memang salah Mas. Kalau kamu salah, berarti kamu harus mau disalahkan. Jangan menghindar!" cetus Arumi. "Memangnya tugas aku hanya menjaga Cella? Mengawasi? Gitu?"
611 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as mau mainan
Read
+Library
Istri 24 Bulan Tuan Muda

Istri 24 Bulan Tuan Muda

tanya Vivi sambil meliriknya dengan penasaran. “Gak, gak penting.” Fauza cepat-cepat memasukkan ponselnya ke dalam tas dan berusaha menormalkan wajahnya. “Yuk, lanjut main.” Permainan kembali dimulai. Smash satu dari Vivi—tajam dan cepat. Smash dua—masih dari Vivi, kini diarahkan ke Fauza. Smash ketiga datang dari Fauza sendiri—dengan kekuatan penuh, hampir membuat shuttlecock mental ke dinding.
102.9K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as mau mainan
Read
+Library
Diselingkuhi Mantan, Pelukan Hangat CEO Kudapatkan

Diselingkuhi Mantan, Pelukan Hangat CEO Kudapatkan

Maizal kembali tertawa lepas, terlihat begitu puas setelah mengakui dirinya playboy. Davita menggeleng sembari ikut tertawa kecil. “Sudah lama tidak bertemu, kamu masih asik saja, Dav. Sayang sekali kamu selalu menolakku dari dulu,” goda Maizal lagi. Davita kembali tertawa kecil. “Ingat umur, Kak. Sudah matang begini masih ingin main-main apa?” ejeknya. Maizal terkekeh. “Yah, aku sekarang me—”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as mau mainan
Read
+Library
Setelah Aku Mendua

Setelah Aku Mendua

Gea kembali meletakkan apa yang tadi diambil. "Terus Adik bolehnya main apa dong Ma?" Mona menatap ke sekeliling lalu dia melihat sebuah mainan yang biasa dipakai untuk anak-anak seusia Akbar. Sebuah mainan yang digantung yang nantinya akan berbunyi apabila bergerak. "Nah itu saja bagus." Mereka pun segera menuju mainan itu lalu Mona segera memilih mainan apa yang akan diberikan kepada anaknya. Tiba-tiba wanita itu terkejut ketika merasakan seseorang menyentuh pundaknya.
17.7K viewsOngoingAdded to Library 619 Times as mau mainan
Read
+Library
Pak Presdir, Istrimu sedang Bersama Tuan Mantan!

Pak Presdir, Istrimu sedang Bersama Tuan Mantan!

“Mahal-mahal membayar si Robert, malah dapat saran pulang saja dan bicara lagi dengan suami. Dan aku? Menurut.” Ia menghela napas dalam-dalam. “Mia, Mia…,” gumamnya sambil tertawa pelan, mengejek dirinya sendiri. Matanya fokus ke layar datar di depannya, jari-jarinya lincah memainkan stik, tenggelam dalam permainan yang mengasyikkan. “Yes!” tangan Mia terkepal saat dia akhirnya memenangkan permainan di dalam game. Dia tertawa ringan, seperti orang yang sama sekali tak memiliki masalah dalam hidupnya.
9.516.8K viewsCompletedAdded to Library 570 Times as mau mainan
Show Reviews (15)
Read
+Library
Indy Shinta
Halo, teman-teman. Selamat datang di novel terbaruku. Novel ini kubuat dalam rangka lomba menulis, dengan tema: "Haruskah Aku Menjadi yang Kedua." Tinggalkan jejak komentarmu ya... Yuk, dukung novel ini dg kasih vote :) Thx. Happy reading...
Indah Suwarni
aku kira sama Presdir lagi tapi balikan ke mantan ,kok aku kecewa ya......,padahal si Presdir red flag,aku berharap si anak cewek bukan anaknya Nathan .aku maraton baca ini. bagus kok alur nya.emosinya dapet.
Read All Reviews
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

“Una gak mau Unda. Una mau Mama.” Kalimat yang Aluna ucapkan tadi, entah kenapa terus menerus terngiang. Meskipun memang, sekarang Una sudah mau kuajak main lagi, pastinya setelah kubujuk dan baik-baikin. Namun, tetap saja ada rasa yang tak bisa kujabarkan dengan kata-kata. Kalimatnya tadi terus-menerus terpikirkan olehku.
10117.2K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as mau mainan
Read
+Library
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

Size USB Flash Disk terbesar saja hanya 32 GB. “Nggak ada kayanya, Ja,” sahut Matari. “Game apa sih?” “Macem-macem, cek aja, yang cocok sama lo. Yang lagi happening sih World of Warcraft. Ada The Sims juga tuh. Biasanya cewek-cewek suka main The Sims,” kata Praja. “Yang lainnya gue lupa, cek sendiri aja ya.”
12.6K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as mau mainan
Read
+Library
Someone Like You

Someone Like You

batin Maura dalam hatinya. Mama Maia menatap mata Maura, ia merasa jika ada yang disembunyikan oleh putri kesayangannya itu. "Sayang kamu tadi malem dari mana aja? Mama khawatir loh Nak," ujar Mama Maia sambil mengelus rambut panjang Maura. "E-aku cuma main sama temen - temen kok," sahut Maura dengan gugup.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as mau mainan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status