Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal
“Kamu yang sampah! Seluruh keluargamu sampah! Dasar benalu! Setelah sedot uangku, kamu masih mau targetkan keluargaku! Biaya pengobatan anak kita sangat mahal, keluargamu pun makan dan tinggal di rumahku, tapi uang pensiun mereka bahkan nggak diberi padaku, beraninya kamu mengeluh penghasilanku terlalu sedikit! Sialan...”
Dia menoleh, tiba-tiba pandangan kami bertemu.
Dia langsung terdiam, bibirnya mulai bergetar pelan, matanya dipenuhi campuran emosi panik, malu, bersalah...
Melisa memanggil dengan lembut, “Ayah.”
Tubuh Hendra bergetar, dia perlahan mengulurkan tangannya, seolah ingin menyentuh Melisa, tapi terhenti dan tiba-tiba meraung, bergegas keluar dari kerumunan.
Capítulos Populares