Pemuas Nafsu Kakak Tiri
Maya berdiri di lorong, kedua tangannya menyilang di depan dada, tatapannya tajam.
"Udah sana cepat ke dapur bikin sarapan. Mama mau berenang dulu. Kalau udah jadi, panggil Mama di kolam, ngerti?"
“Iya, Ma.”
Alya buru-buru melangkah ke dapur. Kakinya masih sedikit gemetar, bukan hanya karena ketakutan pada Maya, tapi juga karena bayangan Revan yang masih tertidur di kamarnya terus mengganggu pikirannya.
Bab Populer