Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pesona Menantu 24 Karat

Pesona Menantu 24 Karat

“Ya ampun, banyak banget?! Buahnya mau dijual ya Bang? Siapa yang memetik buah ini?” “Palingan paman dan bibi tukang kebun. Ayo kita masuk ke dalam dulu, Abang sudah lapar.” “Loh?!” heran Jessica tak melanjutkan, tapi jelas saat ini dia sedang kebingungan. Begitu mereka masuk ke dalam sana, beberapa kotak makanan sudah tersusun di atas meja makan lengkap dengan 2 gelas jus orange segar. “Astaga, apa Boss Abang sudah datang?” Jessica menarik tangan Joandra. Bertanya sambil berbisik pelan di telinga Joandra dengan menjinjitkan kedua kakinya.
1015.6K viewsCompletedAdded to Library 406 Times as meja es buah
Read
+Library
Pewaris Sesungguhnya Itu....

Pewaris Sesungguhnya Itu....

Buah apel utuh segera diraih padahal di atas meja makan sudah tersedia buah apel yang sudah dikupas. Evan tidak menunjukan emosi, tetapi hanya senyuman hangat. “Makanlah buahnya.” Kini, Evan berhenti menawarkan bubur pada Aisha, tetapi berpesan pada bibi untuk mengganti bubur yang baru saat Aisha menginginkannya karena dia membuat satu panci bubur.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as meja es buah
Read
+Library
Nyonya Tak Bucin Lagi

Nyonya Tak Bucin Lagi

Meja makannya berbentuk meja bundar dari kayu halus bergaya antik dengan beberapa piring buah dan kacang di atasnya, serta vas bunga dan beberapa dupa yang sangat anggun. Setelah Grace duduk di sebelahnya, Reza duduk tepat di sebelahnya dan menyuapkan sepotong buah untuknya, "Bukankah kamu punya gula darah rendah? Makanlah sepotong buah dulu, jangan pingsan." Grace memberinya tatapan peringatan secara diam-diam, tetapi Reza mengangkat tangan tanpa meletakkannya. Regi dan William menatapnya, membuat suasana ini semakin canggung. Grace terpaksa mengambil buah itu dan menggigitnya dengan tenang.
9.6726.0K viewsCompletedAdded to Library 20.3K Times as meja es buah
Show Reviews (202)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
siti fathonah
dari sekian banyak cerita novel yang saya baca, cuma novel ini yang saya baca berulang ulang, gak ngebosenin...tolong ya author ini cerita nya di selesaikan sampe happy ending, jangan digantung gini dong
Read All Reviews
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

Aku mengangguk pelan seraya menjatuhkan bokong pada kursi meja makan. Sebelah tangan memijit pelipis, dilanjutkan pada kening yang terasa pening. "Neng, ternyata sudah habis. Adanya buah pir. Mau?" Aku menoleh pada Bibi yang tengah memegang buah pir. Kepala aku gelengkan, menolak tawaran Bi Imas. "Selain pir, ada buah apa lagi?" tanyaku kemudian. "Jeruk, anggur, sama ... pisang, Neng."
1032.2K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as meja es buah
Read
+Library
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

Di meja itu Nania juga menyiapkan es timun selasih sebagai minuman pelengkap selain air putih yang pastinya selalu tersedia. Nania tersenyum puas melihat semua tersusun sempurna. Meskipun sederhana, meja makan itu mencerminkan kehangatan sebuah keluarga—penuh cinta dan perhatian, seperti masakan yang ia siapkan dengan sepenuh hati.
9.99.3K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as meja es buah
Show Reviews (35)
Read
+Library
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Read All Reviews
Menikahi Gadis Lumpuh

Menikahi Gadis Lumpuh

Ia agak kecewa saat melihat Rara menggeleng menolak tawarannya. "Kalau begitu es buah saja. Ini enak, segar di nikmati siang hari begini," lanjut Nayla lagi. Ia letak gelas es itu di atas meja. Terlihat segar, embunnya menetes dan mwmgaliai di badan gelas. Rara tanpa sadar menelan ludah. Perpaduan antara buah naga, mangga, apel dan beberapa buah lain terlihat menggoda iman. Tangan Rara hampir menyentuhnya tapi gengsi. Alasan gengsi pun tidak tahu apa. Tapi yang jelas Rara tidak menyukainya.
1022.4K viewsCompletedAdded to Library 492 Times as meja es buah
Read
+Library
Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor

Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor

"Gak bisa." Ravyan menatapku penuh khawatir. "Terus maunya makan apa?" Aku ikut berpikir. Beberapa detik kemudian pandanganku tertuju pada keranjang buah di atas meja. "Kayaknya ... apel." "Apel?" Aku mengangguk cepat. "Pepaya juga boleh." Tanpa banyak bertanya, Ravyan segera mengambil dua buah apel dan memotong pepaya yang ada di kulkas.
1021.1K viewsOngoingAdded to Library 549 Times as meja es buah
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Naomi bersandar di kursi sambil mengusap pelan perutnya. "Enak juga masakannya." gumamnya lirih. Tatapannya kembali jatuh pada buah yang sudah ditata di meja. Ada apel, jeruk, pir, anggur, dan salak. Semuanya tampak dipilih dengan hati-hati. Tapi, kenapa ada salak? Naomi tampak heran. Naomi hanya menatap makanan dan buah-buahan itu cukup lama. Dia mengambil beberapa buah dan kembali duduk di depan TV.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as meja es buah
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status