Sentuhan Panas Editorku
Tubuhnya ambruk ke depan.
Wildan dengan sigap menyambut tubuh Meysa. Namun, karena lantai di sekitar pintu kamar mandi sedikit basah oleh tetesan air dari tubuhnya sendiri, dan kecepatan Meysa ambruk, Wildan jadi kehilangan pijakan.
Keduanya pun jatuh menimpa ranjang yang baru saja Meysa tinggalkan.
Meysa terbaring lemas di atas kasur, tidak sadarkan diri. Wildan berada tepat di atasnya, menahan berat badannya dengan satu tangan, sementara tangan yang lain mencoba menahan kepala Meysa.