Belahan Jiwa
Dela Tantes iq ibu membawa sarapansabtu bersama bapaksurat kecil untuk ayahsurat kecil untuk ibu
Alana menambahkan, “Apakah gak boleh bersahabat? Tentu saja boleh. Tapi apakah betul ‘hanya’ bersahabat, tanpa ada rasa lain? Cuma makan siang kok, masa gak boleh? Tentu saja boleh, tapi kalau sudah rutin dan diagendakan, berarti ada sebuah kesengajaan. Kita aja gak rutin kan ketemuan makan siang?”
“Jadi, jangan mencari pembenaran dari orang lain.” Alana meremas tangan Tiara. “Dan… jangan berlarut-larut lagi. Lo harus segera mengambil keputusan. Kenapa harus elo? Karena kuncinya di elo. Gua yakin, Tristan gak akan maju kalau elo gak buka pintu. That’s the point -itu intinya.”
“Oke darling? Lo pasti bisa. Ketika peristiwa Ben aja lo bisa kuat kok, apalagi cuma ini.” Ruby ikut menyemangati.
Hot Chapters