Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Crash Melody

Crash Melody

Crash Melody 146 Keputusannya memutuskan Endra ternyata tk membuat hidup Dania lebih baik. Dia justru semakin galau setelah seminggu putus dengan laki-laki itu. Hampir setiap malam dia menangis. Selain merasa kehilangan kasih sayang sosok laki-laki yang dulu pernah ada, dia juga merasa telah kehilangan semuanya. Karena memang dia telah menyerahkan semuanya pada laki-laki itu.
3.8K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as melancholy
Read
+Library
Psycho

Psycho

Marcus Cho, ia benar-benar ingin memaki pria itu sekarang. Rachel duduk di lantai dan bersandar di ranjang. Ia memeluk kedua lututnya dan menatap pantulan dirinya di cermin. Sebenarnya, Rachel benci melihat bayangan dirinya, sebab mengingatkannya tentang betapa menyedihkan hidupnya ini. Terlalu banyak sampah yang dunia lempar padanya, hingga tidak bisa lagi dibersihkan. Sudah terlalu banyak menumpuk dan menguburnya dengan sangat dalam.
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 405 Times as melancholy
Read
+Library
DEATH

DEATH

Mereka sudah melakukan berbagai cara agar berhasil menggunakan sihir setidaknya satu kali. Banyak cara telah mereka lakukan tetapi tidak ada yang berhasil. Mereka sudah mulai ingin menyerah tetapi nyala semangat mereka selalu membara ketika melihat waktu yang terus saja berkurang bahkan mereka sekarang sudah terbiasa dengan kematian. Kematian memang menyakitkan pada awalnya dan membuat mereka stres tetapi setelah kematian ke sepuluh mereka sudah mulai terbiasa. Sementara itu Merlin melihat dari kejauhan memandangi mereka dengan senyuman yang menakutkan. Kalau saja Zyu melihat Merlin tersenyum ke arah mereka ia pasti akan mengumpat dengan keras.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as melancholy
Read
+Library
Penyesalan

Penyesalan

Hingga awan mendung pelahan menyelimuti tanah pemakaman itu. Angin dingin dan udara yang lembab menyergap tubuh Alisya yang hanya berbalut kemeja dan celana panjang hitam. Memberitahukan bahwa hujan sebentar lagi akan turun. Namun itu tak membuat Alisya beranjak.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 209 Times as melancholy
Read
+Library
Remorse

Remorse

Nadya masih sibuk memandangi sosok yang dengan gagahnya bersandar pada sebuah rak tua. “Gini ya rasanya mencintai pria tampan macam dia?” “Yakin deh aku beneran udah jatuh cinta,” batinnya terkekeh geli. Dalam sekejap kekesalan yang sedari tadi mendera itu melebur begitu saja. Moodnya pun kini sudah berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya. Tanpa henti Nadya menatap sesosok manusia yang lagi-lagi mengeluarkan aura memabukkan.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as melancholy
Read
+Library
Elegi

Elegi

Yang fana ialah waktu Yang nyata ialah kau Dan aku hanyalah ketidakpastian yang membelenggu Air ialah diriku dan kau ialah pijar api yang menggelora Kita hanyalah kepulan asap yang tertiup angin lalu tiada Rindu ialah setiap denyut yang menyesakkan dada Ia jatuh di Bumi yang tak semestinya ia tinggali Ia bersemi di musim yang tak seharusnya ia singgahi Cinta ialah rasa yang tak seharusnya ada di antara kita Tetapi untukmu, aku akan tetap ada meski tiada nyata yang biasa kaupuja melalui tatapan mata ... seperti Draco yang tiada pernah tenggelam di horizon utara
2.2K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as melancholy
Read
+Library
Mencintai Memori Terkelam

Mencintai Memori Terkelam

Kalaupun ada pasti sudah diberitakan di koran atau televisi, benak Seika. Seika menjalani harinya dengan hati yang semakin merasa bersalah dari hari ke hari, ia merutuki dirinya karena telah gagal menjadi seorang dokter, seharusnya ia lebih memprioritaskan laki-laki itu daripada rasa takutnya, lama kelamaan Seika menjadi depresi karena rasa bersalahnya yang membuatnya mengalami 'Disasociation'. Pembekuan pikiran atau perasaan karena trauma atau rasa bersalah yang mendalam yang membuat ingatan Seika terhenti sebelum ia bertemu dengan laki laki tersebut.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 178 Times as melancholy
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Hera menoleh kearah perempuan parubaya itu lagi, namun kali ini ekspresi wajah wanita itu terlihat sangat sedih. "Apakah benar, aku yang telah membuat Jesselyn terbunuh? Kenapa aku tidak ingat apapun yang terjadi padaku belakangan ini?" Marrine tersenyum, berusaha menenangkan ratunya itu yang tampak semakin gelisah. "Akhir-akhir ini, anda memang lebih sering dikuasai sisi iblis anda Queen Hera. Mungkin karena itulah anda tidak berhasil mengingat kejadian demi kejadian yang telah anda lewati."
1092.8K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as melancholy
Read
+Library
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Akhirnya aku menyerah, dan membawanya ke kafe dekat kantor untuk duduk sebentar. Di kafe, kami kembali diam cukup lama, sampai akhirnya dia tidak bisa menahan diri dan mulai bicara, "Kak Sandy, maafkan aku. Aku sudah tahu semuanya. Ibuku menceritakan semuanya sebelum dia meninggal. Aku yang salah." Sambil berbicara, dia mulai menangis, seolah-olah menanggung banyak penderitaan. Kalau aku perhatikan dengan saksama, dia memang kelihatan lebih lelah. Kulit wajahnya pun tampak lebih kasar, seperti tanaman yang lama tidak disiram, kehilangan kilauannya.
8.9K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as melancholy
Read
+Library
Penyesalan tanpa Akhir

Penyesalan tanpa Akhir

Perlahan mata sayu Agam sedikit demi sedikit menutup menciptakan suasana gelap gulita di sana. Agam tidak ingat dan tidak mendengar apapun lagi. Dirinya seolah tenggelam dalam kesunyian di alam bawah sadarnya. ***
107.0K viewsOngoingAdded to Library 264 Times as melancholy
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status