Dijodohkan dengan Ipar Posesifku
Aku mengangguk.
“Sekarang latihan masukkan bola. Lihat, begini caranya memegang bola. Pegang dengan dua tangan seperti ini, dorong,” katanya lalu melemparkan bola ke dalam ring, dan masuk.
“Ayo coba.” Ia mengembalikan bola basket padaku.
Berkali-kali aku mencoba dan gagal, bola selalu memantul di papan. Percobaan ketujuh baru berhasil. Aldo dan anak-anak yang dilatihnya riuh bertepuk tangan. Duh, aku jadi malu.