Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelana

Kelana

Kata-kata dalam puisi pendek itu membuat Lana merasakan sesuatu yang begitu sedih dan menyentuh, dan entah bagaimana membuatnya teringat Arga. Lana terus membaca halaman demi halaman buku itu. Sesekali ia menyesap tehnya dan menghela napas melepaskan sesak di dalam dada yang ia rasakan karena kesedihan yang begitu terasa dalam untaian kata-kata yang ada di buku itu. Bahkan, air mata Lana sempat menitik tatkala dirinya menelusuri halaman demi halaman dan menemukan tulisan-tulisan yang menyentuh hatinya. Seperti pada penggalan prosa berjudul -- :
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta Jatuh Cinta

"Engkau adalah gunung yang tak bisa kudaki, samudera yang tak mungkin kuarungi. Engkau seluas semesta, dan seindah bintang-bintang yang mustahil kugapai. " Seorang Berandal membaca bait-bait puisi dengan penuh hayati. Rima-rima yang mengalir terpatri di hati sang guru dan anak-anak kelas sastra yang duduk terenyuh oleh indahnya puisi yang dibacakannya. Hanya satu orang yang nampak kesal: Cinta Anandia Suryani, gadis manis berkacamata dengan pipi tembem menggemaskan yang terus cemberut sedari kelas dimulai. Hatinya terus bergumam, "dasar preman pasar, Itu kan puisi cintaku! "
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
GET MARRIED TO KARINA

GET MARRIED TO KARINA

tanya Karina yang tiba-tiba datang sambil meletakkan makanan di atas meja. “Anu ... aku gak sengaja liat puisi-puisi ini ada di mana-mana, jadi aku baca saja.” Karina terlihat kesal, “Aih, kenapa kamu harus membaca puisi yang berguna itu? Aku sengaja merobek mereka karena gak nyambung, aku harus buang semuanya!” ujarnya sambil mengambil satu per satu kertas yang berserakan di atas meja itu untuk ia buang.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Canda tawa menghiasi perjalanan, perlahan matahari mulai tenggelam, tiga sosok memutuskan untuk berpisah dan melanjutkan perjalanan besok pagi, api unggun dinyalakan, daging kering dibakar, sambil menunggu daging matang An Hui menghibur cucunya dengan cara membacakan sebuah puisi. "Hidup seperti air mengalir!" "Jangan lengah atau berlebih!" "Angsa emas makan ikan!" "Dewi turun dari pelangi, menari-nari?" "Melangkah maju dan mundur!" "Tergantung pilihan!" "Langit bergemuruh memberikan semangat, bumi bergetar dalam diam, berteriak kepada dunia!" "Hore….! "Wah, puisi yang bagus!"
9.5455.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.7K kali sebagai membaca puisi
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Baca Semua Ulasan
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

seperti indahnya bila matamu memandangku bait yang tergabung dari sebuah kalimat susunan kata ratomantis yang kuambil dari sebuah buku dimana pernah kamu kirimkan sepucuk surat cinta saat aku benar benar haus akan cintamu kaulah penawar dahagaku kaulah pelipur laraku kaulah penghias kehampaanku hingga seluruh rasa dan ragaku terbuai dengan angan dan khayalan mengharapkanmu selalu ada disisi disetiap detak jantung hidupku dan setiap hembusan nafasku” ucap Kevin yang membacakan puisi ini pada selingkuhannya ini Puisi yang di bacakan Kevin cukup bagus dan dia mendapatkan tepuk tangan dari para penonton dan juga pembawa acara yang menurutnya puisi yang Kevin bacakan tadi itu bagus, dan setelah i
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Satu gunung, dua gunung. Gunung menjulang tinggi, embun terasa dingin. Kerinduanku berkobar bak api." Salah seorang kontestan membaca dengan lantang. Banyak yang merasa kebingungan saat mendengar puisi ini. Puisi yang sangat sulit. Sepertinya, level kompetisi ini benar-benar tidak biasa. Ada beberapa kontestan yang menggeleng setelah melihat puisi itu. Raut wajah mereka pun tampak masam dan pasrah. Saat ini, seorang pemuda menghampiri. Terlihat senyuman penuh percaya diri di wajahnya. Sesudah itu, dia berkata, "Soal ini nggak susah, aku bisa!"
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159.8K kali sebagai membaca puisi
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Awas, Bos Jatuh Cinta!

Awas, Bos Jatuh Cinta!

Dia jongkok di tanah dan tampak seolah-olah ia sedang menggali melalui kotoran? Sharon berjalan bingung cara dan mendengar ibunya membaca dua baris puisi, “Bunga yang tersenyum hari ini, besok akan mati, semua yang kita inginkan hari ini, menguji kita dan kemudian pergi ...”
9.3672.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.9K kali sebagai membaca puisi
Tampilkan Ulasan (100)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
Days to Remember

Days to Remember

ucap orang tidak tahu diri yang tiba-tiba mengganggu percakapan mesraku dan Ani. "Riski, udah baca mading belum?" sergah Ani begitu bersemangat, aku dag-dig-dug serr jadinya. "Udah, puisinya bagus. Tapi, aku nggak ngerti hehehe harusnya ada gambar pelanginya juga tuh biar lebih bermakna ...," ucapnya menggaruk leher. "Issh, puisi itu tentang, tentang ... tentang suatu yang menunggu sesuatu, iya 'kan, Na?" ujar Ani gugup sesaat dan melemparkan pertanyaan padaku.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Siapa yang sangka, gadis yang sama sekali tidak menarik perhatianku itu, justru menjadi urutan pertama yang ingin kukenal lebih dekat, sejak ia membacakan sebuah puisi untuk malam pementasan. Suara Rain serupa gerimis yang menyentuh dedaunan. Lembut dan dalam. Suatu ketika, serupa pedang yang mendesing dalam peperangan. Keras dan tajam. Seirama dengan puisi yang dia bacakan. Namun, wajahnya tetap dingin dan datar. Tanpa ekspresi berlebihan. Meski begitu, suaranya mampu menyihir siapa pun untuk tenggelam dalam penjiwaan puisi yang dia bacakan. Termasuk aku yang diakui sebagai rajanya pembaca puisi terbaik di jurusan.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status