Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bunga Perang Shogun Tokugawa

Bunga Perang Shogun Tokugawa

Tiba giliran kertas milik Kiyoko, pemuda tersenyum membaca puisi yang ditulis oleh gadis itu. Sebuah puisi yang sepertinya ditujukan untuk seorang yang tidak mampu ia gapai. Sebuah cinta dalam diam yang belum sempat terungkapkan, namun telah kandas terlebih dahulu. Begitu yang Andrew tangkap dari puisi milik Kiyoko. Susunan katanya rapi, dan bahasanya menggunakan bahasa literasi yang tinggi.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Selir Medis Penguasa Langit

Selir Medis Penguasa Langit

Ketiga bocah kembar ada di ruang selatan, Bima Tang mengajari mereka cara membaca, mereka duduk tegak, berpura-pura haus akan pengetahuan, Bima Tang menunjuk ke karakter dan bertanya satu per satu, "Bagaimana cara membaca?" Ketiga bocah kembar menjawab dengan lancar. Bima Tang sangat puas dengan jawaban mereka. Dia mengelus kepala mereka dan berkata dengan penuh penghargaan, "Kalian anak laki-laki benar-benar pintar." Bakpao terkikik, "Tuan Tang, kami juga bisa membaca puisi, ibu mengajari kami membaca puisi." "Oh? Puisi apa yang bisa kau baca? Cepat lafalkan keluar," Bima Tang menjadi tertarik.
9.85.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174.2K kali sebagai membaca puisi
Tampilkan Ulasan (2060)
Baca
+Pustaka
ماوار سياع افيف
gimana cerita ny kok sudah tamat ...pdahal petasan kecil belum lahir ...mana danau cermin belum ada jalan pulang ny ...huhuhu...... lanjutin LG thooorr cerita nya ... gak bisa bobok KLO kaya gini gantung ...pdahal di setiap cerita tak tunggu in lhooo ... penasaran sama petasan kecil apakah laki2 atau
Devi Zulfia
terasa seperti mimpi cerita selir medis sudah tamat tapi ternyata betul betul tamat dan dengan berat hati aku harus hapus ini aplikasi karena aku udah malas baca novel yang lain yang aku suka cuma novel ini aja ...
Baca Semua Ulasan
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Para siswa membuka buku pelajaran hari ini. Guru membuka bukunya. "Puisi, karya sastra yang mengungkapkan perasaan, isi hati, dan juga pikiran. Juga bisa diambil dari sebuah pengalaman hidup. Puisi sebuah syair yang mengandung makna.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Segera mereka menyampaikan niat kedatangan mereka. "Raya, tolong kamu ikut lomba baca puisi, ya, please. Kalau nggak ada yang ikut kamar kita bisa didiskualifikasi. Sia-sia lomba yang sudah kita ikuti. Sebentar saja, nggak usah panjang-panjang," rengek teman dekat Raya. Raya terdiam, ia tampak berpikir. Meskipun terlihat mudah, berpuisi membutuhkan ide dan penjiwaan. Ia tak mau penampilannya malah akan mengecewakan yang lain.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
PURA PURA JADIAN

PURA PURA JADIAN

katanya dengan wajah penuh percaya diri, seakan dia baru saja memenangkan Oscar untuk kategori 'Puisi Terbaik'. Aku menatapnya dengan tatapan bingung, lalu mengangkat alis. "Puisi? Kamu serius?" "Serius," jawabnya sambil duduk di sampingku, membuka kertas itu dengan penuh semangat. Reyhan mulai membaca puisi itu dengan suara dramatis yang bikin aku hampir tertawa. "Dengarkan ini, ya!" Dia mulai membaca dengan ekspresi yang penuh penghayatan, seperti sedang membacakan puisi di depan juri lomba puisi tingkat internasional.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Tapi saat giliran tampil, Alana tidak naik panggung. Ia duduk di lantai, di depan barisan kursi. Ia buka buku kecil, dan berkata: > “Kalau boleh, aku tidak akan bicara panjang. Aku hanya ingin membaca ini. Kalian tak perlu tepuk tangan.” Dan ia mulai membaca puisi: --- > “Sunyi tidak berisik, tapi menyentuh. Ia tidak datang karena diminta, tapi karena dibutuhkan.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Kode-kode kecil dan titipan salam melalui teman-teman mereka adalah cara mereka mengungkapkan perasaan tanpa mengucapkan kata-kata yang sebenarnya. Sania: "Pak Parman, teman saya suka sekali membaca puisi. Dia mengatakan bahwa puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan perasaan. Saya kira dia benar." Parman: "Puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan apa yang sulit diucapkan, Bu Sania."
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Salama tersenyum ramah ke arah adik kelasnya. Lantas Aira heran mengapa Salama tersenyum lembut ke arahnya dengan waktu yang cukup lama, aneh pikirnya. "Oke! Jadi saya cuma mau membacakan satu puisi dan jika kalian menghayati dengan sepenuh hati, kalian pasti mengerti apa maksud dan makna di dalamnya. Tanpa mengulurkan waktu banyak saya mulai." Salama bersiap untuk membaca. Aira geming hanya untuk fokus pada puisi yang akan Salama bacakan. Aira penasaran apa makna dari puisi itu? Apalagi rasa penasarannya makin kentara kala melihat Salama yang berusaha fokus.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

Rania membuka bukunya, menelusuri lembar demi lembar dengan jemarinya yang lentik. Beberapa tangan mulai terangkat ketika Rania melemparkan pertanyaan pembuka, tentang bagaimana puisi bisa menjadi cermin dari kegelisahan manusia. Ia menatap setiap mahasiswa dengan lembut, memberikan ruang untuk mereka berpikir, merespons, dan menelusuri makna yang lebih dalam dari sekadar barisan kata.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

 Semua murid duduk tenang menyimak penjelasan Bu Rai tentang tugas kelompok yang akan diberikan. Tugasnya adalah melakukan resensi atau mengulas sebuah buku. Selin duduk diam di pojok belakang. Ia menopang dagu dengan kedua tangan. Matanya melirik ke arah Ankaa dan Sadena yang fokus mendengar penjelasan. Di perpustakaan seluas ini, hanya dia satu-satunya murid bahasa, dan kebetulan pelajaran yang berlangsung adalah bahasa Indonesia. Tetapi sayang, Selin lebih suka membahas tentang puisi.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai membaca puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status