PERJALANAN PANJANG MERELAKANMU
"Sementara aku ... malunya akan seumur hidup."
Utari menatap Hanum dengan mata basah. "Num, kita ada di sini untuk kamu. Kamu nggak sendiri." Tapi kata-kata itu terasa hampa ketika Hanum menunduk, menghindari tatapan mereka.
"Melaporkan Mas Anggara, artinya mengungkap aibku," ucap Hanum akhirnya, suaranya lirih, hampir tak terdengar. "Rasanya ... aku nggak siap. Aku cuma pengen lulus sekolah, lalu pergi merantau sejauh mungkin. Apalagi setelah Mas Bhama nggak ada, keluargaku butuh tulang punggung." Hanum menarik napas panjang, suaranya semakin lirih. "Aku capek hidup miskin, Kak ... aku capek jadi mainan orang kaya. Aku ingin merubah nasib. Pergi sejauh mungkin dari Mas Anggara dan teman-tem
Sikat na Kabanata