Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam
lanjut Sasha lirih, suaranya bergetar di sela isakan yang mulai mereda, “kalau hidupku bukan hutang yang harus dibayar seumur hidup. Aku cuma … mau bebas, Arka. Sekali aja, aku ingin bernapas tanpa takut dimarahi, tanpa harus merasa bersalah karena nggak jadi seperti yang mereka mau.”
Arka menatapnya lama. Tatapan itu bukan tatapan iba, tapi lebih seperti seseorang yang benar-benar memahami luka yang tak terucap. Ia mengangkat tangan, menyentuh pipi Sasha yang masih basah, dan berkata pelan, “Sekarang kamu bebas. Udah cukup kamu menebus kebaikan orang lain dengan kehilangan dirimu sendiri.”
ตอนยอดนิยม