Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Ampun, Jo, Ini Kegedean!

Dengan satu gerakan tangan yang cepat dan terburu-buru, Teja menarik lebar kerutan karet di bagian leher daster Septa ke bawah hingga melewati batas bawah kedua payudara Septa. Dua bongkahan besar di dada Septa itu seketika melompat keluar dengan begitu indahnya. "Hmm, kamu ternyata nggak pakai beha ya, Bu?!" tanya Teja dengan suara berat saat melihat pemandangan polos di depan matanya.
1050.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

Dadanya benar-benar berdiri membusung, tidak turun sedikit pun walau tanpa penyangga. Karena udara pagi yang belum terlalu panas atau mungkin karena dia baru bangun tidur, Adisty jelas tidak memakai pakaian dalam lagi. Ada dua titik kecil menonjol di balik kain sutra tepat di puncak dadanya yang membusung. Saat Adisty menarik napas, dada besarnya itu naik turun dengan gerakan yang membuat mata Rusdi terpaku dan sulit berkedip.
9.6303.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

“Gunakan ini di leher dan bahu. Terutama bahu kiri. Tambahkan bantalan bulu ekstra yang bisa dilepas-pasang. Aku mau bagian itu tetap hangat.” Madame Rose mencatat setiap instruksi dengan tangan sedikit gemetar. Permintaan ini terlalu rinci, terlalu personal—jelas bukan sekadar soal penampilan. Duchess itu benar-benar memikirkan kenyamanan pemakainya.
9.936.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 737 kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Aku (bukan) Jalangmu

Aku (bukan) Jalangmu

Tapi, sekarang Adam sudah berdiri bertelanjang dada di depannya, menunjukan dada bidang dan otot-otot perutnya yang terbentuk sempurna. "Aku ingin kau memuaskan ku lebih dulu dengan mulut tajammu itu.”
10693 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Yuk, Nikah!

Yuk, Nikah!

sentaknya, masih dengan wajah yang ditutup rapat. Mataku langsung terarah pada dada. Ya ampun, lupa! Segera kukancing kemejaku saat ini juga agar dada dan otot perut yang lumayan sixpack—menurutku—dengan cepat. Malu sekali rasanya sampai-sampai telingaku terasa panas dibuatnya.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Serangan Balik Berandal Seksi

Serangan Balik Berandal Seksi

Dia pun membuka baju dengan cara menyilang ke atas, sehingga terekspos bulu rapi yang bersembul di ketiaknya. Morgan meletakan bajunya begitu saja di atas dinding pembatas. Kemudian dia melanjutkan menggosok terus menggosok. Kalau diliat dari belakang, terlihat otot punggungnya yang lebar bergerak-gerak serta bahu yang nampak kokoh. Sangat memanjakan mata kaum hawa.
9.3243.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

Wandra duduk bersila di bangku kayu kecil di depan toko kelontong itu, punggungnya tegak, kedua telapak tangannya terbuka di atas lutut. Matanya tertutup rapat. Napasnya dalam, lambat, dan terkontrol — persis seperti yang Barata ajarkan. *Tarik dari pinggir… kumpulkan ke tengah… tahan… lepaskan yang berlebih…*
1026.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 695 kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
The Devil's Gift

The Devil's Gift

Dia bahkan merasa iri dengan seorang wanita berkuncir satu yang mampu membungkukan punggungnya tanpa merasa sakit. “Apa kamu kesulitan?” tanya wanita berambut pendek di samping Raveena. Raveena dengan susah payah membalas, “Sedikit.” “Saat melakukan pemanasan, kamu tidak boleh merasa tegang. Rilekskan otot-ototmu dan bernapaslah perlahan. Coba bungkukan punggungmu lagi sampai wajahmu menyentuh lutut, aku akan membantu.”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Tubuhnya yang bereaksi berlebihan. “Ke depan,” kata Rad. Mengarahkan tangan Bree lurus ke depan. “Untuk memperbaiki postur, jangan terlalu kaku pada bagian punggung. Kau mungkin terbiasa memakai korset, karena itu punggungmu terlihat terlalu lurus. Sedikit rileks tidak masalah.” Rad mengelus punggung Bree perlahan, untuk membuat punggung itu lebih rileks. Bree sama sekali tidak siap, tanpa sengaja terkesiap, dan Rad segera menjauh saat mendengar itu.
9.537.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

"Mila, sekarang rentangkan tubuhmu. Angkat kedua tanganmu tinggi-tinggi ke atas supaya otot punggungmu tidak kaku lagi." Mila sempat menoleh ke belakang, menatapku dengan tatapan heran dan sedikit ragu dari balik kerudungnya yang miring. Namun, tanpa mengeluarkan satu patah kata tanya pun, dia segera memutar kepalanya kembali dan mengangkat kedua tangannya lurus ke langit malam. Gerakan itu seketika membuat kemeja seragam minimarketnya yang berukuran kecil itu tertarik ke atas, menyingkap kainnya hingga ke bawah bra.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai membusungkan dada ke depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status