Karma Sang Penggoda
Suara teriakkan memekik telinga, aku langsung bangun terduduk dengan nafas tersenggal-senggal.
Mamah menatap murka, mata bulatnya menyorot aku dan Anitta dengan bengis. Sementara Papah, hanya menghela nafas, tak bersua satu katapun.
"Ma-mah ..." aku tergagap, melirik Anitta dengan tegang.
"Kenapa sih, Mas." Anitta mengucak mata, sambil menggeliatkan badan.
"Tak tahu malu!" Dengan langkah lebar, Mamah berjalan mendekati kami. Menarik lengan Anitta dengan kasar, hingga tubuh sintal milik Anitta terjungkal mencium lantai.
Hot Chapters