Di Balik Rupa Burukku
Kutundukkan wajahku dalam, napasnya yang memburu di belakangku seolah-olah tengah menerkamku.
"Kau harus adil dong, Sam. Harusnya untuk aku saja lima juta itu, nah ... Aina masak dak dapat? Kalau dapat kan dia bisa beli baju baru, beli bedak, lipstik, ke dokter gigi biar dia lebih cantik," kata Mamak.
Apa Mamak gak takut sama lelaki yang matanya selalu memerah seperti orang yang tengah mabuk itu. Nada bicara Mamak seperti bicara normal, aku jadi merasa tengah dijual.
Chapitres populaires