Sisa Rasa
potong Rendra lembut.
“Masa lalu itu cuma bagian dari cerita yang bikin kita sampai di kursi ini sekarang. Aku nggak butuh permintaan maaf untuk hal-hal yang sudah lewat. Yang aku mau cuma satu, kita nikmatin gelato ini, obrolan ini, dan waktu ini tanpa perlu nengok ke belakang lagi.”
Rendra tersenyum tipis, lalu melanjutkan, “Jadi, jangan merasa terbebani lagi, ya? Karena buat aku, bisa liat kamu senyum tanpa ada rasa cemas itu udah lebih dari cukup.”