Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

tanya Dodi heran. Gala menggelengkan kepalanya. Ia lalu meraih ponselnya. Jemarinya mulai membuka I*******m. Matanya berbinar mendapati story Tita berada di pojok paling kiri. Ia segera menyentuh layar. Tampak gambar Kopipiko dengan tulisan di sampingnya. [Baru sampai kos lupa mau beli ini. Butuh penyegaran]
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
Petaka Mendua

Petaka Mendua

gumam Sutina. "Yasudah, ini ada sedikit uang saku milik Raka, Ibu dan Rina sekarang pulang ya! Raka capek! Mau istirahat juga." Sutina meraih uang yang Raka sodorkan. Kemudian menghitungnya dengan wajah datar. "Lima ratus ribu, lumayanlah, buat beli pentol!" timpal Ibu dengan wajah masam.
10100.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
BET ON ME (INDONESIA)

BET ON ME (INDONESIA)

' batin Esme sedikit ketakutan TO BE CONTINUED ---- ____________________ Terimakasih sudah membaca sampai sejauh ini. Jangan lupa untuk masukkan Novel Bet On Me ke Libary kalian dengan klik tanda + ya. Dan jangan lupa untuk meninggalkan komentar untuk memberi semangat untuk Author juga ya. Jika kalian berkenan, boleh di request a friend di F* author @Heiikez. Terimakasih
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai memento sub indo
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Kez
Halo semuanya, sudah lama kisah cinta Esme dan Aaric selesai. Dan aku masih bersyukur dan senang banget sampai detik ini jumlah pembaca terus meningkat drastis. Terimakasih untuk dukungan kalian semua sampai sejauh ini untuk aku sebagai penulis baru di Goodnovel. Te amo ...️
Eva Vhee
omooo... ending yg sweet bangett gk nyangka benar2 beda dgn novel yg pernah ak baca, baca ini jadi ingat flm fifty shades of gray dan divergent ^o^ emang lebih suka dgn karakter wanita tangguh kaya Esme :*
Baca Semua Ulasan
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Bagaimanapun menyimpan bau busuk, pasti suatu saat akan tercium juga, pikirnya. Pintu lift terbuka. Dengan langkah gontai Marwa berjalan menyusuri koridor lantai dasar hingga ia tiba di basement. Di dalam mobil ia menggulir layar pada ponsel dan membuka aplikasi g****e maps. Tak ingin berlama-lama, ia pun melajukan kendaraannya menuju ke suatu tempat. 'Tunggu kedatanganku dan akan kuberikan kalian kejutan terindah yang tak kan bisa kalian lupakan seumur hidup!' gumamnya sambil terus melaju.
5.713.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
Menikah dengan Mantan

Menikah dengan Mantan

“Udah biasa kayak gini, Diego. Elo kayak nggak tahu gue aja. Sebelum kenal Manda pun elo udah kenal gue duluan.” “Sok tahu, lo. Hanya karena elo pernah pacaran waktu masih SMA dulu sama Damian?” Rangga menolehkan kepalanya kepada Diego. “Heuuh?” tanya Ranga tampak bingung. Diego menunjuk ke arah Indi. “Dia ... pernah amnesia waktu masih SMA. Saat itu Indi sama Damian udah pacaran. Tapi, karena Damian yang kekeuh biar Indi ingat lagi, bikin Indi marah dan kepalanya makin sakit. Akhirnya nyerah dan berjanji sama orang tuanya bakalan kembali setelah dewasa nanti.”
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

Hanya kematian dan kesedihan yang terus berdatangan. Jadi, maafkan Bibi bila surat ini hanya membuatmu larut pada kesedihan. Bibi sungguh meminta maaf. Bibi tidak yakin apakah perang akan berakhir dalam waktu dekat, tapi bila di masa ketika kau membaca surat ini perang masih berlanjut dan kau harus ikut ke garis depan karena suatu alasan yang tidak bisa Bibi terima—Bibi menyimpan banyak perlengkapan di balik lemari. Gunakan kunci yang sama dengan lemari. Di sana ada beberapa senjata yang bisa kau gunakan. Pedang Bibi mungkin disimpan di Joglo dan akan sulit bagimu untuk mengambilnya, tapi Bibi menyimpan pedang lama Bibi di sana. Kalau kau memerlukannya, gunakanlah.
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 712 kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
Memori Yang Menghukum

Memori Yang Menghukum

Ia mencoba melawan rasa takut yang muncul bersama bayangan itu, tapi kenangan itu menyerang begitu kuat hingga ia merasa seperti terjebak dalam waktu. Di dalam memori itu, ia melihat dirinya duduk di lantai kamar mandi sebuah apartemen kecil. Tubuhnya gemetar, punggungnya bersandar pada dinding yang dingin. Di tangannya, ada ponsel yang terus bergetar—pesan masuk yang hampir semuanya berasal dari Leo. Suara ponsel yang bergetar di lantai dekatnya terus berulang-ulang, tetapi ia tidak beranjak untuk menjawabnya.
815 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
BROKEN (INDONESIA)

BROKEN (INDONESIA)

Danu menimang-nimang Satria sambil mengajarinya beberapa kata. "Baru juga berumur tiga bulan, Mas, mana mungkin secepat itu bisa bicara." Risa yang sedang bermain-main dengan ikan hias sambil merendam kakinya di kolam, merasa sebal dengan tingkah Danu. "Nggak pa pa sayang, otak anak kecil memorinya masih sangat baik dalam mengingat sesuatu." "Makanya kita jangan sampai meninggalkan memori yang buruk kepada Satria."
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

seakan ramalan telah membuka matanya, dan kini tengah memandang balik. Ruang pertemuan Kara tidak diterangi api, melainkan nyala lembut dari batu-batu hitam berurat biru yang tertanam di dindingnya. Setiap kilau dari batu itu seperti menyimpan bayangan masa lalu—lukisan bergerak yang tidak bisa ditangkap mata manusia. Udara di dalam ruangan seperti tidak bergerak. Tidak panas, tidak dingin. Hanya hening. Hening seperti liang kubur. Di tengah ruangan, Kara duduk di singgasananya—bukan dari emas atau batu mulia, melainkan dari tulang-tulang Nyxaroth yang mengorbankan diri dalam perang kuno. Sebuah lambang yang tak diucapkan: ingatan tidak pernah mati di tempat ini.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN 2 “Tunggu, Neng!” Suara pedagang daster itu membuatku terpaksa menoleh lagi. “Kenapa?” tanyaku seraya memasang wajah malas. “Ini kembaliannya, Neng.” “Ambil saja, buat beli obat penyumpal mulut, biar nggak asal bicara dan nyakitin hati orang,” kataku membuat dia dan semua wanita di sana terdiam.
9.48.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai memento sub indo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status