Adinda
Malam itu, Adinda tertidur dengan rasa penasaran yang besar terhadap kotak besar yang ada di atas lemari kamar Giyo.
Andara sendiri ternyata tak benar pulang ke rumahnya. Dia sengaja menginap di rumah, Denis. Yang mana rumahnya masih berdekatan dengan kediaman Giyo. Denis mendekati sahabatnya yang terlihat gusar. Dia menepuk punggungnya. Andara menoleh, dan menggeser sedikit duduknya. Seakan paham dengan apa yang dirasakan Andara. Denis memberikan sebatang keretek padanya.
“Sudahlah. Dak usah kau pikir kan nian masalah itu,” ujar Denis menggunakan bahasa daerah Tanjung Agung. (Sudahlah. Tidak perlu terus kaupikirkan masalah itu,)
Hot Chapters