Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Serpihan Kenangan

Serpihan Kenangan

Sungguh aku tidak mengerti kenapa suara Bryan mendadak terdengar begitu seksi saat mengatakan itu. Tapi kata taruhan itu sendiri membuatku merinding sekaligus terbakar semangat. Tidak boleh aku menyia-nyiakan kesempatan itu, meski aku tahu Bryan sesungguhnya akan berusaha selalu menuruti segala keinginanku. Apa mungkin ini karena aku sebelum kehilangan ingatan sangatlah kompetitif? Sehingga kemudian aku mengiyakan Bryan tanpa ragu. "Baiklah. Ayo saja, aku tidak takut!"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Memory

Memory

"Jarimu berdarah ...." "Hanya luka kecil, tidak perlu panik." Aku berusaha menarik tanganku dari genggaman Mandala. "Walaupun luka kecil aku khawatir." "Hanya tertusuk jarum." Mandala mengusap darah di jariku dengan ujung kemejanya, lalu meniup-niup jari manisku. "Mandala ...." "Kembalilah padaku, Hasna."
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Mémoire

Mémoire

Semua orang tentu saja tidak bisa mengerti tentang kecemburuannya, kondisi amnesia Liam membuat pria itu tidak menyadari siapa Sèanne dan apa hubungan mereka di masa lalu. "Kau mungkin belum mengetahuinya, maka biarkan aku memberitahumu. Sejak kecelakaan beberapa tahun Liam kehilangan sebagian ingatannya. Dia sama sekali tidak mengingat Sèanne atau bahkan aku. Ini merupakan keberuntunganku, aku bisa memilikinya meski harus melihat Sèanne tersiksa dengan kemesraan kami." Ruby memghentikan kalimat untuk menyesap kembali whiskey di gelasnya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

Kata itu terus terngiang, seolah mengejek dirinya. Raina bangkit, duduk di tepi ranjang. Ia menatap buku kecil tempat ia menulis potongan ingatan. Dengan tangan bergetar, ia membuka halaman terakhir. Tulisan tangannya berantakan, berisi nama-nama, tempat, dan kejadian samar dari masa kecilnya. Air matanya jatuh ke atas kertas. “Aku bukan bayangan…” bisiknya pelan. “Aku adalah Amara.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Memoar Rasa

Memoar Rasa

"Eh iya juga sih hehehe. Ya aku cuman mau ngingetin aja sih, siapa tau kan lupa hehehe." "Gak kok mas, aku gak mungkin lupa. Lagian aku juga pengen spend my time only with you hehehe." "Bisa aja sih kamu ini bikin melelehnya. Tahu gak? Aku udah meleleh kaya es batu yang di taruh di tengah gurun sahara." "Ya ampun..." "Hahaha."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Memories

Memories

Lalu ekspresi yang tertuang di wajahnya mengingatkanku pada seseorang. “HAAAH?! Oii, apa kau mulai kehilangan ingatanmu, Sofia?!” “Oh… Alisa, ya?” “Iyaa!! Bukankah sudah jelas…” Dia lalu mengibaskan rambutnya. “Aku Alisa Smith, gadis paling indah yang pernah kau lihat. Ingat itu baik baik dalam ingatanmu ya!” Sekarang dia terlihat sangat menjengkelkan. Tapi aku tidak bisa marah padanya karena faktanya memang benar. Dibanding denganku yang ‘sembrono’, Alisa dan aku bagai bumi dan langit. Dia persis seperti bunga terawat dengan baik. Meski sudah mengetahui faktanya, aku hanya bisa tertawa.
9.74.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Mencintai Memori Terkelam

Mencintai Memori Terkelam

“Kata sensei, halusinasi yang aku dapat sebenarnya bukan halusinasi tetapi kepingan ingatan masa laluku dan tadi aku seperti mendengar kata ‘tidak pakai pelukan’ aku tidak tau itu suara siapa” Michio tersentak, ia mengingat bahwa kata tersebut berasal dari Kenichi ketika Seika ingin memeluknya di depan pintu rumah. Ia tersenyum lembut. “Tentu saja itu ingatan onee-san” komentar Michio. Seika hanya diam walaupun tidak mengerti dengan ujaran Michio. “Onee-san aku bisa membantu mengembalikan ingatanmu” ujar Michio tersenyum misterius. Seika menatap penasaran akan perkataan adiknya.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Setelah menenangkan dirinya Xinyi segera mencerna kembali ingatan yang dia terima sebelumnya. Beberapa saat kemudian dia menghela nafas. "Ingatan itu hanya berisi tentang Manul Kultivasi , Martial Art dan pengalamannya. Tidak ada akal sehat tentang dunia Kultivator"
1037.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 785 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Memori Yang Menghukum

Memori Yang Menghukum

Ingatannya yang hilang membuat ia merasa terputus dari kenangan indah itu, dan ia tidak ingin disalahkan atas sesuatu yang tidak dapat ia kendalikan. "Leo," kata Sandra akhirnya, suaranya sedikit tajam. "Kamu tahu aku kehilangan ingatan, kan? Aku bahkan tidak ingat seperti apa aku dulu. Jadi, bagaimana aku bisa bersikap seperti dulu lagi?"
847 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Antara Mencintai dan Melupakan

Antara Mencintai dan Melupakan

Ia tidak mengingat apa pun selain berusaha membuka pintu dan sedikit tentang ciuman ganas yang ia mulai lalu kemudian mendorong Evan, setelah itu ia sudah lupa semuanya. "Apa yang terjadi padaku, kenapa aku tidak ingat apa pun?" "Ibu mertuamu sepertinya mencampurkan obat ke makanan atau minumanmu dan efeknya sangat kuat," jelas Evan tapi Celine belum menerimanya. "Kau tidak ingat betapa tidak sabarnya kamu memintaku untuk... Ah, sudahlah," Evan malah lanjut menggodanya.
9.838.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 911 kali sebagai memorize manhwa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status