Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Remember When

Remember When

“Ada apa, Millie?” “Kumohon hentikan, Dante. Aku nggak bisa melihatmu terus-menerus seperti ini.” “Mil, seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja. I’m fine. Apa yang kamu khawatirkan?” Millie menggeleng. “Kamu nggak baik-baik saja. Aku tahu itu.” Dante menghela napas kemudian bersandar pada punggung kursi dibelakangnya. “Aku perlu pengalihan untuk membuatku melupakannya.”
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
REFLECTION

REFLECTION

Ia mengecek kembali jawaban yang diberikan oleh cermin itu pada lembaran tugasnya. “Waow, aku pikir mungkin saja ini jawaban asal-asalan, tapi sepertinya ini benar … aku akan memeriksanya.” Seledri lalu menuliskan sebuah operasi penjumlahan sederhana empat tambah dua kali lima. Ia lalu melakukan hal yang sama pada soal itu. Ia menunggu sesaat jawaban yang akan muncul nantinya. Empat belas. Itu adalah jawaban yang tepat.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

Laura membelalak, bagaimana Shena tahu? “Lo ngomong apa sih? Gue nggak ngerti.” “Ngaku lo! Gue liat lo kemaren. Sepatu putih yang selalu lo pake di sekolah ini bukti kalo orang yang gue liat itu adalah elo.” Shena mendorong Laura kencang hingga membentur pohon mangga besar membuat beberapa daun kering berguguran. Badan besarnya menghimpit tubuh Laura mempersempit jarak antar mereka.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
Castle

Castle

Dia sudah menikah dan mempunyai seorang gadis seumuran denganku, gadis itu bernama Amy. Suatu hari aku diberi sebuah ramuan. Seorang laki-laki berumur 40-an memberiku secangkir minuman. Rasanya sangat pahit, dan baunya sangat tajam. Setelah itu, tiba-tiba aku merasakan kantuk yang sangat hebat. Aku tertidur. Ketika bangun aku sudah tidak ingat apa pun, bahkan namaku sendiri. Kakakku dan Waliku menyetujui jika aku diberikan ramuan penghilang ingatan, karena aku mempunyai trauma yang cukup mendalam. ***
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Terbangun: Ingatan Yang Hilang

“Aneh, sakit kepalaku hilang dan mataku… rasanya normal lagi.” Ellard menatapku dengan penuh keheranan. “Mata kananmu... Sepertinya kembali normal ya. Tetapi ini sangat aneh, Azzo. Aku baru pertama kali melihat mata seseorang berubah warna seperti itu dan juga disertai dengan sakit kepala. Kurasa kita harus menyelidiki ini lebih lanjut. Kemungkinan ini berhubungan dengan hilangnya ingatanmu.” Aku mengangguk, masih merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi. “Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

“Saya mau makan tapi nggak mau minum obat.” “Terkadang kenangan pahit justru dapat bangkitkan seseorang dari keterpurukan. Dari rasa sakit itu mereka bangkit untuk meraih sesuatu yang lebih baik dan berusaha nggak mengulangi kesalahan di masa lalu. Sama seperti halnya obat. Rasanya yang pahit justru dapat menyembuhkan. Orang akan sadar akan pentingnya kesehatan agar nggak lagi konsumsi obat yang pahit.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
Memori Yang Menghukum

Memori Yang Menghukum

Ia mencoba melawan rasa takut yang muncul bersama bayangan itu, tapi kenangan itu menyerang begitu kuat hingga ia merasa seperti terjebak dalam waktu. Di dalam memori itu, ia melihat dirinya duduk di lantai kamar mandi sebuah apartemen kecil. Tubuhnya gemetar, punggungnya bersandar pada dinding yang dingin. Di tangannya, ada ponsel yang terus bergetar—pesan masuk yang hampir semuanya berasal dari Leo. Suara ponsel yang bergetar di lantai dekatnya terus berulang-ulang, tetapi ia tidak beranjak untuk menjawabnya.
733 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
MEMORY

MEMORY

Jordan mengetuk kepala Violet menggunakan jari telunjuknya sebanyak dua kali, sedangkan Violet hanya terkekeh, menandakan tebakan Galang benar adanya. Galang sendiri bingung, adiknya yang di cap memiliki ingatan yang buruk bisa-bisanya ingat tentang uang dan bunga. Apalagi kalau ada teman yang meminjam uang dan tak mengembalikannya di hari yang telah di janjikan, di pastikan Violet benar-benar akan menagihnya. Bahkan ia menagih seperti tengah menerror. Bayangkan saja di ikuti terus-menerus, di samperin di manapun kalian berada, dan yang paling gila, Violet akan berdiri di depan rumah kalian di malam hari dan mengetuk pintu. Maka dari itu, jarang orang akan meminjam uang kepada Violet. Ingata
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai memory
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status