AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG
jelasku
*Baik Pak, siap," ucap Novella tegas. Novella memang jarang membantah setiap perintahku.
Setelah aku mengantar Naomi dan Novella ke apartemen. Aku langsung cabut ke rumah biar bagaimanapun aku harus kerumah dulu. Untuk menemui Dona istriku. Dari pada ngomel-ngomel kalau gak pulang.
***
"Pa, kok baru pulang, Pah?" ucap Dona sambil menjinjing tas. Tampaknya ia mau bepergian.
"Banyak pekerjaan ma, apalagi semenjak mau bekerja sama dengan perusahaan Jepang," ucapku.