PESONA MAS IPAR
Dimas kembali melangkah membersamai bossnya yang sedang menunggu penjelasannya.
"Tidak ada apa-apa, Pak." Dimas menginformasikan. "Hanya seorang pramuniaga yang sedang mengomentari, customer mungkin." Dimas tertawa samar. Mereka kembali berjalan. Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Dimas teringat sesuatu, papan nama yang sempat dia baca, "Helena Anastasya"
Namanya Helena Anastasya, temukan dia untukku. Suara Harris satu tahun lalu terngiang kembali. Dimas menghentikan langkahnya, dia ingin kembali melihat pramuniaga tadi. Ingin memastikan. Apakah mungkin?