Bias Cinta
“Rasanya pasti sakit, kalau cinta sendirian.”
Raksa baru membuka mulut untuk menjawab, tetapi ia urungkan karena kalimat Cinta sepertinya belum selesai. Karena itu, ia diam dan memilih untuk mendengarkan gadis yang menatap kosong ke arah lobi.
“Kayak … jalan tanpa arah,” lanjut Cinta. “Walau kelihatannya ramai tapi tetap aja rasanya sepi. Dan yang paling parah, nggak ada siapa-siapa yang bisa dituju, walau untuk sekedar bilang, aku capek.”