Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya
“Jangan terlalu khawatir, ya…”
Namun, kata-kata itu justru menambah kecemasan Sadewa. Baginya, alasan ‘kecapekan’ terlalu sederhana, terlalu dangkal, terlalu tidak masuk akal untuk gejala yang begitu jelas ada di depan mata. Bagaimana mungkin hanya karena kecapekan, seseorang bisa muntah berkali-kali? Bagaimana mungkin hanya karena lelah, wajah istrinya bisa pucat pasi seperti selembar kertas, bahkan untuk sekadar menelan air pun terlihat sulit?
Sadewa menggeleng cepat, menahan napas sejenak untuk menenangkan diri, lalu suaranya kembali terdengar, kali ini lebih tegas, lebih mendesak, seolah tidak ada ruang lagi untuk perdebatan.
ตอนยอดนิยม