Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Yuanbao membangkitkan keberanian untuk mencoba, memegang setang sepeda dan duduk di atasnya. Tingginya di atas rata-rata teman sebayanya, tetapi setelah duduk, jari-jari kakinya hanya bisa menyentuh pedal dengan susah payah, jadi sulit untuk mengayuh secara normal. Dia hanya bisa duduk di balok horizontal. Ye Chenfei menahan sepeda dengan stabil, jadi dia tidak perlu khawatir akan terjatuh. Dia duduk di balok horizontal dan mengayuh dua putaran, tetapi merasa tidak nyaman dan turun dari sepeda dengan sukarela.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Ibu Untuk Teman Kecilku

Mendadak Jadi Ibu Untuk Teman Kecilku

Nanny berpesan kepada Amelia dan Willy. “Don’t worry nanny, Anda tunggu di sini saja,” ujar Willy. Amelia duduk di depan, Willy segera mengulurkan tangannya memegang kedua handle bar/stang, mengelilingi tubuh Amelia, dan mulai mengayuh sepeda. “Kamu bisa ngayuh sepeda, Mel?” tanya Willy. “Bisa, tapi belum terlalu mahir, kalau membonceng aku belum bisa.”
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
SEPEDA TUA WARISAN KAKEK

SEPEDA TUA WARISAN KAKEK

Bermain ponsel demi mengurangi rasa cemas tak juga bisa menghibur diri dengan apa yang aku inginkan. Sial. Aku bergumam sendirian dalam sepi. Lalu pemandangan aneh di depan sana membuat keningku berkerut. Ayah menuntun sepeda tua yang sudah berkarat. Pandangannya kosong dan wajah Ibu menunduk sendu. "Bu," panggilku saat mereka sudah masuk rumah. Sepeda butut itu diletakkan di dekat pintu masuk.
1036.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 958 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
Pak Tua Ditolak, Cinta Mafia Bertindak

Pak Tua Ditolak, Cinta Mafia Bertindak

"Mau kemana cantik! Apa kamu tidak lelah mengayuh sepeda sejak tadi?" "Minggirlah! Itu bukan urusanmu." Amanda membelokkan sepedanya dan kembali mendorongnya. Pria yang menghadang Amanda menahan sepeda bagian belakang Amanda. "Hei! Apa yang kamu lakukan?" "Apa yang aku lakukan? Aku ingin menahanmu Nona cantik!"
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

Napasnya ngos-ngosan setelah melewati rumah tengah dan rumah depan yang tebilang besar-besar. Di letakkan pisang itu di bagian jok belakang sepeda ontelnya. Setelah mengucapkan maturnuwun, ia kembali menuntun sepeda dan keluar dari rumah pagar biru dan baru mulai mengayuh sepeda. Sepanjang jalan yang berbatu kerikil, ia mengayuh sepeda dengan senyum mengembang. Sesekali menyambut sapaan orang yang bertemu dengannya. Juga membayangkan sesuatu yang dianggap indah. Salah satunya adalah bayangan kehidupan yang akan datang bersama Harun.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Orang Ketiga

Aku Bukan Orang Ketiga

Haappp Dalam satu tarikan ku rebut ponsel yang tengah dipegang pria itu, aku sudah gila, cepat- cepat aku menaiki sepeda dengan ponsel Reza digenggaman, aku mengayuh sepeda dengan kecepatan di atas rata- rata. "Donna! Donaaaa!" Masih kudengar suara Reza memanggil dari kejauhan, aku mempercepat kayuhanku.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

“Kalau sepeda miring ke kiri, Ayah putar setang ke kanan. Kalau miring ke kanan, Ayah putar ke kiri. Ikuti arah jatuhnya, jangan lawan.” Setelah sedikit beristirahat, Ardan bangkit lagi. Ia mencoba mengikuti arahan Agatha. Dengan tinggi tubuhnya, ia tidak perlu bersusah payah menaiki sepeda, hanya cukup menjatuhkan pinggul ke sadel dan mengayuh perlahan. Agatha memegang bagian belakang sepeda agar tidak terjatuh. “Pelan saja. Fokus.”
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
Tesis Filantropis

Tesis Filantropis

Yang ia cari sekarang adalah sebuah penyewa sepeda atau seseorang yang dengan berbaik hati bersedia meminjamkannya untuk mereka. "Itu dia!" seru Henry. Ia menghampiri penyewaan sepeda di sisi jalan, tanpa memilih-milih satu sepeda biru gelap disertai boncengan di belakangnya Henry ambil; memberikan lembaran uang pada si penyewa dengan seluruh gerakan yang terburu-buru. Henry kembali pada Misa sembari mengayuh sepedanya, "Ayo, Misa!"
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
Heartbeat

Heartbeat

Sepeda itu hanya akan digunakan unutk menghadang jalan Sbastian. Setelah mengayuh sepeda itu dengan sekuat tenaga, akhirnya jarak Carla pun semakin dekat dengan Sbastian, “Berhentilah! Aku lelah Sbastian,” teriak Carla dari atas sepeda sambil terus mengayuh sepeda itu. Sbastian menoleh kea rah Carla, “Ternyata kau tidak juga menyerah,” ucap Sbastian dengan diiringi senyum meremehkan.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
Gadis Pemuas Tuan Mahen

Gadis Pemuas Tuan Mahen

Awalnya, Mahesa terlihat ragu-ragu, tapi dengan dukungan Mahen yang terus menuntunnya, dia mulai merasa percaya diri. Setelah beberapa hari berlatih, Mahesa akhirnya berhasil mengayuh sendiri tanpa bantuan Mahen. Roda tambahan masih terpasang, tapi Mahesa begitu bangga dengan pencapaiannya. “Lihat, Ayah! Aku bisa naik sepeda!” serunya. “Bagus sekali, Nak! Sebentar lagi, kamu bisa tanpa roda tambahan,” kata Mahen sambil bertepuk tangan, memberikan semangat untuk sang putra.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai mengayuh sepeda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status