Malam Terakhir di Singgasana
Dari jarak sekitar tiga langkah dari Mario, dia perlahan berkata, "Medan perang itu berbahaya. Meskipun menang itu penting, kau juga harus melindungi dirimu sendiri terlebih dahulu. Jangan gegabah, dan jangan biarkan urusan pribadi mengganggumu. Hanya dengan menjaga pikiran tetap jernih, kau bisa tetap waspada setiap saat."
"Iya, aku mengerti." Mario berusaha menjawabnya dengan tenang, tanpa menoleh. "Aku akan menjaga diriku sendiri. Demi dirimu, aku tak akan membiarkan diriku terluka."
Lyra bergumam, suaranya tercekat di tenggorokan.
Mario berkata, "Jangan terlalu cemas. Bahkan jika itu demi aku, kau tetap harus hidup dengan baik. Kalau nggak ada dirimu, aku nggak akan punya keberanian untu