FORBIDDEN LOVE (Cinta Terlarang)
yang tertulis pada selembar kertas di atasnya sebagai identitas pemesan, lalu dengan cepat membuka plastik pembungkusnya.
“Ya ... karena authornya keren,” jawab Pramono percaya diri. Dengan cepat tangan kanan meraih pen, sementara tangan kiri menarik penutupnya. Dia mulai menulis kutipan yang sama yang entah sudah dia tulis berapa kali hari ini. Lain hal jika calon pembaca adalah orang yang dia kenal, maka dia akan menuliskan khusus d aktivitas menulis kutipan “lagian kamu kan dibayar emang buat repot, Kak.”
“Idih.”